Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

Cari Rebung Bambu, Perempuan Tewas Disengat Tawon

04 Desember 2018, 13: 04: 09 WIB | editor : Perdana

Cari Rebung Bambu, Perempuan Tewas Disengat Tawon

SRAGEN – Jangan meremehkan sengatan tawon. Bila tidak segera ditangani, bisa berakibat fatal nyawa melayang. Setidaknya sudah ada beberapa korban selama setahun terakhir. Terbaru dialami Ngatinem, 55, warga Dusun/Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen. Perempuan paro baya ini meninggal setelah disengat tawon usai mencari rebung di kebun.   

Ngatinem meninggal Minggu (2/12), setelah sehari sebelumnya disengat tawon usuk saat mencari rebung tidak jauh dari tempat tinggalnya. Menurut ketua RT setempat Muhammad Husnul Azis mengatakan, kejadian berawal pada Sabtu (1/12) sore selepas Ashar, Ngatinem mencari rebung.

Dia mencari rebung di barongan atau rerimbunan pohon bambu yang tidak jauh dari rumahnya. Usai mendapatkan rebung untuk dimasak, tiba-tiba muncul kerumunan tawon usuk, lalu menyerang dan menyengat Ngatinem. 

“Kawanan tawon usuk itu membuat rumah di gundukan yang ada di rerimbunan pohon bambu. Mungkin merasa rumahnya terusik kemudian tawon keluar,” terang Azis.

Kawanan tawon usuk itu menyerang tangan dan tubuh Ngatinem yang sontak langsung berlari menyelamatkan diri. Perempuan ini juga sempat membawa pulang rebung yang didapat sampai ke rumah. 

Tapi ternyata kawanan tawon itu masih tetap mengikuti Ngatinem sampai rumah. Bahkan ada yang sampai masuk ke dalam pakaian. “Para tetangga datang menolong dan ternyata di tubuhnya ada lima tawon usuk yang menyengat sampai tawonnya mati dan menempel di tubuh,” jelasnya.

Setelah kejadian itu, Ngatinem sempat diperiksakan ke bidan desa dan minum obat yang diberikan bidan. Keesokan harinya, dia juga diperiksakan lagi dan setelah pulang lalu langsung tidur di kamar. 

Beberapa saat kemudian keponakan Ngatinem bertandang ke rumah dan memanggil. Namun tidak ada jawaban dari dalam rumah. Curiga tidak ada respons, dia mengecek kondisi tubuh Ngatinem, tapi tidak ada denyut nadi. Dia pun langsung berteriak dan sontak anggota keluarga yang lain dan para warga yang saat itu sedang kerja bakti datang untuk mengecek apa yang terjadi. “Setelah diperiksa petugas medis, dia sudah meninggal dunia,” terangnya.

Azis mengungkapkan, setelah kejadian itu warga sempat mengecek sarang tawon usuk yang menyerang Ngatinem. Ternyata di tempat itu memang rumah tawon usuk dalam jumlah banyak. 

Dia berharap, setelah peristiwa itu ada petunjuk terkait langkah apa yang harus dilakukan warga agar korban lain tidak ada. “Kelihatannya sepele, tapi ternyata bisa mematikan,” kata dia.  (din/bun)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia