Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

DPD Golkar Sukoharjo Temukan 975 Pemilih Ganda 

05 Desember 2018, 14: 47: 05 WIB | editor : Perdana

TEMUAN: Ketua DPD Golkar Sukoharjo Giyarto (Kanan) dan Sekretaris DPD Golkar Sukoharjo Purwadi ”Ipung” (Kiri) saat menunjukan data pemilih ganda.  

TEMUAN: Ketua DPD Golkar Sukoharjo Giyarto (Kanan) dan Sekretaris DPD Golkar Sukoharjo Purwadi ”Ipung” (Kiri) saat menunjukan data pemilih ganda.   (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

SUKOHARJO – DPD Golkar Sukoharjo menemukan sebanyak 975 pemilih ganda pada Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 2. Mereka sudah melaporkan hasil temuan ini pada KPU Sukoharjo. Pihaknya berharap temuan tersebut segera ditindaklanjuti agar data pemilih benar-benar valid. 

Ketua DPD Golkar Sukoharjo Giyarto mengatakan, Partai Golkar melakukan penelusuran pemilih ganda berdasarkan pencermatan berbasis NIK, Nama dan No KK. Dari hasil tersebut ditemukan adanya NIK, No. KK Ganda dan Nama Ganda. Jumlah tersebut merata di seluruh Sukoharjo. ”Kami melaporkan hasil temuan ini saat rapat koordinasi dengan KPU,” papar dia kemarin. 

Rincian data yang dia temukan yakni data ganda Laki-laki sebanyak 439 dan Perempuan sebanyak 536. Jadi, total ditemukan 975 pemilih ganda. Menurut dia, jumlah ini masih kemungkinan bertambah. Jadi, bila ada temuan dan perkembangan terkait data pemilih akan segera mereka laporkan pada KPU. 

Selain memberikan data pada KPU, Partai Golkar sudah memberi tembusan pada Bawaslu agar mengawal temuan Golkar ini. Dari seluruh partai di Sukoharjo hanya partai Golkar yang memiliki data temuan ini. 

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPD Golkar Sukoharjo Purwadi ”Ipung” mengatakan, menurut dia, temuan ini menjadi masukan dari partai Golkar agar diperoleh data pemilih yang benar-benar valid. Pihaknya melakukan analisis data tersebut selama beberapa hari. Hasilnya memang terpantau cukup banyak sampai ratusan. ”Kami menggunakan tiga sistem basis untuk menganalisa,” papar dia.

Ketua KPU Nuril Huda mengatakan, temuan dari partai Golkar merupakan masukan untuk KPU Sukoharjo. Pihaknya mengatakan, kebetulan saat ini KPU sedang ada agenda sinkronisasi data dan konsolidasi demi terwujudnya DPT yang menjamin hak pilih. ”Masukan dari Partai Golkar merupakan data yang diblock NIKnya sehingga akan dikroscek silang dengan hasil tindak lanjut rekomendasi bawaslu. Siapa tahu itu termasuk yang sudah ditindaklanjuti,” papar dia. 

Pihaknya mengapresiasi Partai Golkar yang berpartisipasi dan mau memberikan masukan untuk penyempurnaan DPT ini. (yan)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia