Selasa, 22 Jan 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo
Pelat Kuning Harus Steril Branding

Nekat, Pengelola Angkot Bisa Disanksi

05 Desember 2018, 16: 49: 56 WIB | editor : Perdana

ANTISIPASI: Bawaslu bersama instansi terkait bahas potensi kampanye di angkutan umum kemarin (4/12).

ANTISIPASI: Bawaslu bersama instansi terkait bahas potensi kampanye di angkutan umum kemarin (4/12).

SUKOHARJO – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo mewanti-wanti pengelola angkutan kota (angkot) maupun kendaraan angkutan umum lainnya tidak menerima tawaran pemasangan atribut berbau kampanye. Sebab, bukan hanya pemasang, si pengelola angkot juga bisa kena sanksi.

Selain itu, pemasangan atribut berbau kampanye di angkot juga bertentangan dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 23/2018. Untuk menyosialisasikan aturan tersebut, Bawaslu menggelar koordinasi dengan satlantas, dinas perhubungan, Satpol PP, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo.

”Kami membahas tentang penertiban pemasangan atribut kampanye di kendaraan umum atau branding berbau kampanye di angkutan umum yang akan dilakukan secepatnya,” tegas Divisi Sengketa Bawaslu Sukoharjo Eko Budiyanto kemarin (4/12).

Ditandaskan Eko, angkutan umum merupakan fasilitas publik yang harus steril dari aktivitas kampanye. Sesuai PKPU Nomor 23/2018 tentang Kampanye Pemilu, yakni pasal 51 ayat 2 huruf d, branding diperbolehkan untuk mobil pribadi dan mobil pengurus partai politik berpelat hitam.

Menurut Eko, potensi pemasangan atribut kampanye pada angkutan publik cukup tinggi. Mengingat, mobilitas kendaraan juga sangat padat. Karena itu, media ini dinilai sangat efektif sebagai sarana promosi peserta pemilu.

”Sanksi tidak hanya diberikan kepada pemilik kendaraan umum. Calon yang memasang gambar juga dikenai sanksi,” ujarnya.

Berdasarkan data dishub, ada 40 unit angkutan umum di Sukoharjo. Puluhan unit kendaraan tersebut akan terus dipantau di titik pemberhentian angkot guna memastikan bebas dari atribut kampanye.

Titik pemberhentian itu yakni di Kecamatan Tawangsari, Kartasura, Grogol dan lainnya. ”Sebelum melakukan eksekusi terhadap angkot yang tertempel branding kampanye, kami bersama instansi terkait akan melakukan langkah preventif dengan memberikan imbauan,” ujar Eko. (yan/wa

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia