Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

7 Cakades Perempuan Ditekuk Suami

05 Desember 2018, 16: 53: 11 WIB | editor : Perdana

KONDUSIF: Warga menggunakan hak pilihnya pada pilkades serentak di 50 desa kemarin.

KONDUSIF: Warga menggunakan hak pilihnya pada pilkades serentak di 50 desa kemarin.

WONOGIRI – Sebanyak tiga dari 14 calon kepala desa (cakades) perempuan memenangkan kontestasi pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di 50 desa kemarin. Di lain sisi, sebagian besar petahana dipastikan kembali menjabat sebagai kades. 

Tiga cakades perempuan yang menang yakni Marsih dari Desa Tanggulangin, Kecamatan Jatisrono; Suharni dari Desa Jendi Kecamatan Selogiri, dan Heny Listyaningsih dari Desa Tegalharjo, Kecamatan Eromoko.

Marsih yang merupakan petahana menang tipis terhadap penantangnya Pardi. Sedangkan Suharni unggul sekitar 700 suara dari penantangnya Wahyudi. Sedangkan Heny Listyaningsih meraup 394 suara unggul dari tiga calon kades laki-laki termasuk mantan kades Jito Wardoyo. 

Sedangkan tujuh cakades perempuan lain dipastikan kalah bersaing dengan suaminya. Ada tujuh pasangan suami istri yang meramaikan pilkades. Yakni di  Desa Semagar, Kecamatan Girimarto; Desa Selomarto, Kecamatan Giriwoyo; Desa Kerjo Kidul, Kecamatan Ngadirojo.

Selanjutnya, Desa Kembang, Kecamatan Jatipurno; Desa Sambiroto, Kecamatan Pracimantoro; Desa Trukan, Kecamatan Pracimantoro; Desa Miricinde, Kecamatan Purwantoro.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Wonogiri Semedi Budi Wibowo menuturkan, hingga Selasa (4/12) pukul 20.00, rata-rata pilkades di Wonogiri dimenangkan oleh petahana. Dari 117 calon kepala desa, hampir seluruh petahana mencalonkan lagi sebagai kepala desa. 

"Data belum masuk semua, tapi sebagian besar (petahana, Red) menang. Yang kalah dari data yang masuk yakni Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri Kota, Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri Kota. Ini sementara, bisa berubah datanya karena belum masuk semua," terang Semedi. 

Ditambahkannya, panitia pilkades Desa Pucanganom, Kecamatan Giritontro dipastikan baru bisa memasukan data lebih dari pukul 21.00. Itu karena ada sedikit kendala saat pemungutan suara.

"Ada tiga TPS di Desa Pucanganom. Tapi, tiap TPS biliknya cuma satu, jadi antrean banyak sekali. Baru siangnya kita turun tangan perintahkan panitia tambah bilik suara. Bisa tiga atau dua bilik suara di setiap TPS, seperti di desa-desa lain," bebernya.

Kemudian yang menjadi perhatian khusus yakni Desa Brenggolo, Kecamatan Jatiroto. Petahana Maryoto menang tipis tiga suara dari Sino. Namun, hingga Selasa malam tidak ada gejolak di masyarakat Brenggolo. 

"Tahapan selanjutnya yakni panitia laporan kepada BPD, lalu BPD membuat penetapan kades terpilih melaporkan ke bupati," kata dia.

Sementara itu, salah seorang cakades perempuan yang menang Marsih, melalui ketua tim pemenangannya Kisrowo mengatakan, strategi pemenangan yakni berpolitik santun dengan pendekatan persuasif keseluruh warga secara door to door.  "Selalu menyikapi segala sesuatu dengan kepala dingin," katanya. (kwl/wa

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia