Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Sosok Inspirator Bagi Pecinta dan Budidaya Burung

06 Desember 2018, 11: 03: 58 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

H. Sigit Marwanta, ST bersama istri Novia Erna P.

H. Sigit Marwanta, ST bersama istri Novia Erna P. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

PRIA kelahiran Bayat, Klaten ini baru saja bersedih karena Kusumo, sang legenda lovebird miliknya telah tiada. Kusumo telah menjadikan pria yang akrab disapa Sigit WMP eksis di kalangan kicau mania seluruh Indonesia.

Kepergian Kusumo yang sudah dua pekan lebih masih menjadi pembicaraan hangat di kalangan kicau mania. Burung yang sudah empat tahun terakhir menjuarai ratusan lomba hingga tingkat nasional ini seolah tidak pernah mati di mata Sigit Marwanta.

Sejak Kusumo mulai naik daun, geliat bisnis budidaya burung juga semakin berkembang. Muncul tempat penangkaran, terbentuk komunitas pecinta burung. Kondisi ini tentu menghidupkan perekonomian di masyarakat.

Bahkan berbagai komunitas pecinta burung menjadikan Sigit sebagai sosok yang menginspirasi. Peran bapak dua anak ini cukup banyak dalam perkembangan budidaya burung. Sehingga memelihara burung saat ini tidak hanya sekedar hobi, tapi juga menjadi sumber ekonomi.

“Saya tentu mengapresiasi respon teman teman pecinta burung. Apalagi empati yang diberikan kepada Kusumo sangat tinggi. Sampai menjadi trending topik di media sosial. Tidak hanya di komunitas kicau mania,” ungkap pria yang maju sebagai Caleg DPR RI Nomor Urut 2 dari PKB Dapil V Jateng ini.

Sudah banyak Komunitas pecinta burung menjadikan Sigit sebagai pembina dan penasehat. Sebagai orang yang juga hobi dan paham tentang budidaya burung tentu dia merespon positif. Bergabung dengan komunitas burung membuat Sigit semakin memahami persoalan yang dihadapi  pecinta burung. 

“Kadang ada yang bingung untuk mengembangkan usaha budidaya burung. Ada lagi yang ingin mengetahui makanan apa saja yang saya berikan kepada Kusumo. Saya tidak pernah merahasiakan, bahkan saya juga share ke YouTube,” imbuh anak terakhir dari enam bersaudara ini.

Dalam setiap kesempatan bertemu dengan pecinta kicau mania, Sigit terus memberi motivasi. Misalnya saat berada di arena lomba, para kicau mania selalu datang mengelilingi Kusumo atau burung lain yang dibawa Sigit WMP. 

“Saat itu saya menyampaikan, bahwa semua memiliki peluang untuk jadi juara. Hanya bagaimana cara kita merawat, memperlakukan burung yang kita pelihara. Jadi saya tidak pernah berhenti untuk memberikan motivasi para pecinta burung, “ imbuhnya. (oh)

(rs/fer/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia