Kamis, 13 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Nestapa Sumarni, Warga Kentingan Baru yang Rumahnya Digusur

06 Desember 2018, 15: 13: 53 WIB | editor : Perdana

Nestapa Sumarni, Warga Kentingan Baru yang Rumahnya Digusur

SOLO - Penggusuran rumah warga Kampung Kentingan Baru, Jebres Kamis(6/12) meninggalkan duka bagi para penghuninya. Mereka tidak tahu harus tinggal di mana karena rumah yang digusur satu-satunya yang dimiliki.

Sumarni, 32 salah satu warga Kentingan Baru tampak tidak bisa menutupi kegelisahanya. Kedatangan sekelompok masa dengan membawa alat berat yang mengklaim hak atas tanah itu tidak dapat dia hindari lagi.

Sumarni bersama suaminya langsung diminta mengemasi barang-barangnya keluar dari rumah. Begitu alat berat merobohkan rumahnya, Sumarni langsung tertunduk lesu. Dia merapikan barangnya yang sudah diamankan di seberang Jalan KH Masykur.

Di rumah itu, Sumarni sudah menempati rumah itu selama 15 tahun. Dia tinggal bersama suami dan tiga anaknya. Anak pertamanya berusia 9 tahun. Sementara anak ke dua dan ke tiganya baru 8 bulan, yang kebetulan kembar.

Sumarni hanya memiliki rumah di Kentingan Baru. Dia sebenarnya punya saudara terdekat yang tinggal di Gandekan. Namun, rumah itu cukup kecil untuk menampung keluarganya.

"Bingung mau tinggal di mana lagi, rumah saya ya hanya itu," cerita Sumarni sembari menunjukkan lokasi rumahnya yang sudah rata tanah.

Dia khawatir dengan nasib dua bayi kembarnya yang tidak dapat tempat berteduh. Apalagi eksekusi pengosongan rumah dilakukan secara mendadak tanpa ada pemberitahuan.

"Jam 8 sudah disuruh kemas-kemas. Kalau seperti ini bagaimana nasib anak saya. Belum cari tempat baru," terangnya.

Sementara suami Sumarni hanya bekerja serabutan dengan penghasilan pas-pasan. 

Dia hanya berharap segera mendapat solusi atas sengketa lahannya. 

Seperti diketahui, ketegangaan terjadi antara kelompok masa dengan warga penghuni Kentingan Baru Kamis pagi(6/12).

Warga juga sempat membakar ban bekas. Sejumlah pintu masuk menuju kampung setempat juga mereka tutup dengan bambu. Tindakan itu untuk menolak pengosongan hunian Kentingan Baru yang masih dalam sengketa. Petugas polisi, Satpol PP dan TNI berusaha meredam situasi.

Sekedar informasi, lahan Kentingan Baru sudah jadi sengketa cukup lama. Berbagai solusi ditawarkan, salah satunya ganti rugi. Namun, warga penghuni tetap ingin bertahan. Bahkan, Komnas HAM juga sempat melakukan investigasi sengketa tersebut. (adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia