Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Longsor dan Pohon Tumbang Mengancam

06 Desember 2018, 18: 48: 18 WIB | editor : Perdana

KARENA HUJAN LEBAT: Anggota kepolisian saat melihat salah satu korban bencana longsor yang berada di wilayah Karangpandan. 

KARENA HUJAN LEBAT: Anggota kepolisian saat melihat salah satu korban bencana longsor yang berada di wilayah Karangpandan.  (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

KARANGANYAR – Musim penghujan sudah mulai terjadi di bulan Desember akhir tahun ini. Rutinnya hujan turun, ternyata diikuti kencangnya angin. Situasi ini membuat tanah longsong hingga pohon tumbang bisa saja terjadi karena hujan deras yang disambut kencangannya angin. 

Akibat hujan lebat yang terjadi pada Selasa (5/12) sore, sebuah bangunan berukuran 9x20 meter di Desa Gerdu, Karangpandan, longsor sekitar pukul 23.30 WIB. Kejadian ini juga mengenai badan jalan kampung, sehingga warga yang berada di wilayah tersebut tertutup aksesnya.

Kepala Desa Gerdu, Suwarno membenarkan kejadian longsor tersebut. Di duga kejadin ini lantaran tanah milik Senen Cipto giyanto tersebut, tak kuat menahan resapan air.

“Kemungkinan memang karena ini, sebab sebelumnya sudah ada rekahan tanah. Ini juga karena hujan yang cukup deras, di tanah yang cukup lama kering. Bangunan itu kemungkinan tidak kuat untuk menyangga, dan akhirnya longsor,” terang Suwarno.

Longsor juga terjadi di Dukuh Tlobo Wetan, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, di salah satu bangunan rumah. 

Kejadian ini terjadi setelah rumah salah satu warga tertimpa longsoran tanah di bagian samping bagunannya.  Kejadian ini terjadi Rabu (5/12) pagi.

Tak hanya di wilayah Karangpandan, hujan lebat yang terjadi pada Rabu (5/12) sore mengakibatkan sejumlah pohon besar yang berada di ruas jalan protokol roboh. Diantaranya di pertigaan Tugu Ngipik, Jalan Karanganyar-Karangpandan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam robohnya pohon yang diperkirakan berusia puluhan tahun tersebut.

Walau begitu akibat kejadian ini kemacetan sempat terjadi. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD) yang dibantu oleh relawan  membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk menyingkirkan potongan pohon yang menutup jalan tersebut.

”Ada juga satu rumah di Dusun Lemahbang, Desa Bangsri, Karangpandan yang tertimpa pohon. Hanya rusak bagian atapnya saja dan tidak ada korban. Semua sudah kita lakukan penanganan sesuai dengan prosedur yang ada,” ungkap Sekretaris BPBD Karanganyar Hendro Prayitno. 

Situasi ini jadi kekhawatiran banyak pihak, termasuk anggota BPBD hingga relawan yang ada di Kabupaten Karanganyar. Langkah antisipasi dilakukan, salah satunya memotong beberapa ranting pohon berukuran besar di perlintasan yang cukup padat di lalui pengendara. Seperti di dekat pabrik gula Tasikmadu. (rud/nik)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia