Kamis, 13 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Semuanya Kebagian Lapak Darurat, Pasar Legi Buka Lembaran Baru

07 Desember 2018, 10: 41: 21 WIB | editor : Perdana

Semuanya Kebagian Lapak Darurat, Pasar Legi Buka Lembaran Baru

SOLO- Pemerintah Kota Surakarta menyerahterimakan lokasi dagang sementara pada ribuan pedagang terdampak kebakaran Pasar Legi, Jumat (7/12). Pemkot memastikan semua pedagang terdampak kebagian jatah Pasar Darurat dan diharapkan segera bisa memulai aktivitaa dagang seperti sedia kala.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Subagiyo memastikan bahwa semua pedagang telah kebagian jatah lapak dagangan yang baru. Baik berupa kios, los, maupun payung untuk pedagang oprokan Pasar Legi. Hal ini sesuai arahan walikota yang mencanangkan bencana kenakaran Pasar Legi pada akhir Oktober lalu sebagai kejadian darurat bencana yang disertai dengan solusi untuk pembangunan pasar darurat sementara sembari menunggu kejelasan soal pembangunan pasar legi pasca terbakar. "Kebakaran pada Senin (29/10) kemarin mengakibatkan kerusakan besar bangunan pasar khususnya bangunan sisi barat. Dampaknya, 90 bangunan kios dan 1448 los tak dapat digunakan kembali," kata Subagiyo. 

Untuk mengembalikan roda perekonomian dan usaha pedagang. Pemkot memutuskan untuk menyediakan dalam waktu yang relatif singkat untuk membangun pasar darurat sementara. Sepekan pasca terbakar, pembersihan masal dannkonsep pembangunan pasar darurat diputuskan dibangun di diruang-ruang kosong di sekitar pasar. Alhasil, sejumlah bangunan pasar darurat berhasil dibangun di sejumlah ruas jalan seperti di Jl Sabang, Jl Lumban Tobing, Jl Monumen, dan kawasan sekitar pasar dan Taman Monjari. Tujuannya agar 76 Pedagang Kios, 765 Pedagang Los dan 750 Pedagang Pelataran yang terdampak kebakaram dapat beraktivitas kembali. "Pasar Legi ini merupakan pasar induk yang menjajakan kebutuhan harian. Karena menjual sejumlah bahan pokok yang penting bagi masyarakat. Makanya pasar darurat menjadi bebutuhan yang penting untuk sementara waktu. Kami pastikan seluruh pedagang terdampak mendapatkan lahan sementara selama Pasar Legi di bangun. Sementara satu lahan untuk satu nama karena sifatnya darurat dengan pola penataan sesuai zonasi dagangan," jelas Subagiyo. (ves)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia