Rabu, 20 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Lifestyle
Kuliner Ekstrim

Ada Sate Landak hingga Sate Biawak Penambah Vitalitas Pria

10 Desember 2018, 11: 44: 12 WIB | editor : Perdana

Ada Sate Landak hingga Sate Biawak Penambah Vitalitas Pria

Radarsolo.co.id - Mengunjungi objek wisata di kawasan Tawangmangu tak lengkap jika tidak ke rumah makan Gunung Mas, milik pak Sukatno. Rumah makan yang berada di tepi ruas jalan raya Matesih-Tawangmangu, Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu itu mempunyai menu utama yang unik. Yakni sate landak.

Sate landak ini boleh dibilang satu-satunya di Indonesia. Sukatno yang sudah 30 tahun berjualan sate landak memang sengaja tidak membuka cabang dimanapun. Jika penikmat kuliner ingin makan sate Landak, adanya ya hanya di rumah Sukatno.

”Saya sengaja tidak membuka cabang. Ini untuk menjaga ke khasan Karanganyar. Biar masyarakat tahu kalau sate landak adanya di Tawangmangu Karanganyar,” jelas Sukatno ditemui Radarsolo.co.id.

Sukatno memang seorang yang suka bereksperimen. Dia berani menjanjikan kenimkatan berbeda kepada penikmat kuliner yang mampir ke warungnya. Karena hasil olahanya memang berbeda dari sate lain. Sate landak yang ia sajikan terasa sangat empuk, tidak berserat dan tidak berbau seperti halnya sate kambing. Tak ayal, jika pelangganya dari luar kota bahkan daerah ketagihan untuk balik datang.

”Pelanggan tetap asal Kediri kalau pulang dari Jakarta selalu lewat sini. Tujuannya ya sate landak. Katanya gak afdol kalau belum makan landak,” ceritanya.

Kini, rumah makan milik Sukatno juga menyajikan menu makanan yang boleh dibilang tak kalah ekstrim. Diantaranya sate kalong, tupai dan biawak. Penikmatnya juga dari luar daerah. Mereka beranggapan bahwa makanan-makanan itu mempunyai khasiat tersendiri. Sebut saja untuk jeroan sate landak yang diyakini dapat menyembuhkan sakit asma.

”Kemudian sate kalong ada yang mempercayai bisa menyembuhkan sakit dalam. Untuk sate biawak katanya bisa menambah vitalitas pria,” tuturnya.

Sembari menikmati sate landak, pelanggan biasanya diberi minuman pelengkap. Yakni bir pletok. Minuman ini campuran dari bermacam-macam ramuan. Diantaranya  jahe, gula jawa, kayu manis dan lainya. Secara sepintas rasanya mirip wedang jahe, namun warnyanya merah muda.

”Satu paket sate landak bersama bir pletok Rp 25.000,” jelasnya.

Sukatno menceritakan, awal mula menjual sate landak dari iseng-iseng. Pada tahun 1988 silam, kebun salak di belakang rumahnya diserang landak. Setiap kali akan panen, salak-salak itu dihabiskan landak. Karena geram, ia memasang jebakan. Satu landak berhasil terperangkap. Karena bingung mau diapakan landak tangkapannya tersebut, ia coba-coba memasaknya.

”Landak itu langsung disate. Saya kaget ternyata rasanya enak. Dagingnya empuk, tidak beraroma dan tidak banyak seratnya. Kemudian saya kembangkan jadi warung sate landak kecil-kecilan. Hingga akhirnya karena promosi dari mulut ke mulut semakin ramai. Kebanyakan pembeli mengaku awalnya penasaran pengen mencoba, kemudian setelah tahu rasanya ketagihan,” ceritanya bangga. (adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia