Rabu, 27 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Polisi Waspadai Peredaran Narkoba 

11 Desember 2018, 14: 47: 46 WIB | editor : Perdana

TES URINE: Anggota Polres Sukoharjo saat melakukan pengecekan narkoba.

TES URINE: Anggota Polres Sukoharjo saat melakukan pengecekan narkoba. (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

SUKOHARJO – Agenda akhir tahun ini mulai dipetakan oleh Polres Sukoharjo. Mereka mewaspadai masuknya barang haram seperti narkoba di wilayah Sukoharjo. Karena pada perayaan akhir tahun aparat mewaspadai adanya pesta narkoba.

Kasat Narkoba AKP AA Gede Oka mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, perayaan akhir tahun memang masih beberapa hari. Namun, pengawasan tetap dilakukan maksimal. Pihaknya tak ingin ada barang haram yang masuk di wilayah Sukoharjo. ”Kalau bicara waspada kita tetap waspada, bahkan kita akan siapkan tim,” paparnya.

Untuk tim ini pihaknya masih akan melakukan pembentukan. Menginggat saat ini belum ada informasi soal adanya pesta narkoba di Sukoharjo. Namun pihaknya terus mengawasi lokasi rawan di Sukoharjo. Beberapa wilayah seperti kawasan Grogol juga diawasi secara ketat.

Pengawasan tempat hiburan dan lokasi rawan lalu lintas transaksi narkoba terus dilakukan. Pihaknya bekerja sama dengan pemangku wilayah  dan masyarakat untuk ikut mengawasi lingkungannya. 

Ketika ada kegiatan di desa mereka yang mencurigakan dipersilakan untuk dilaporkan pada Polsek atau Polres Sukoharjo. ”Kita imbau masyarakat selalu waspada. Koordinasi dengan Babinkamtibmas setempat. Ini akan sangat membantu bagi polisi untuk mengungkap kejahatan,” tuturnya. 

Menurut AKP AA Gede Oka, untuk zona rawan narkoba Sukoharjo adalah Grogol, Gatak, Baki, Sukoharjo Kota, Mojolaban dan Kartasura. Enam wilayah tersebut mendapatkan pengawasan ketat lantaran sering terjadi kasus. Selain itu, untuk wilayah Grogol pernah ditemukan sebuah rumah sebagai gudang bahan baku PCC. 

Sementara itu, dari analisis yang dia lakukan pengguna narkoba di Sukoharjo rata-rata mendapatkan barang dari Solo, Klaten, dan Sragen. ”Guna memutus jaringan ini masuk ke Sukoharjo kita akan lakukan upaya prefentif pembinaaan dan penyuluhan kepada masyarakat, pemuda, organisasi masyarakat tentang bahaya narkoba,” jelas Kasatnarkoba AKP AA Gede Oka.

Ditambahkan AKP Gede Oka, para pengguna yang terjerat narkoba awalnya hanya mencoba dan akhirnya ketagihan. Biasanya, bagi para pengguna yang berekonomi rendah mereka akhirnya juga terjerat menjadi pengedar. (yan/edy)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia