Rabu, 27 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Gelar Lampah Mbisu Wujud Keprihatinan Kondisi Bangsa

12 Desember 2018, 18: 47: 29 WIB | editor : Perdana

ilustrasi

ilustrasi

KARANGANYAR – Ratusan warga Karanganyar punya cara nyeleneh dalam menyampaikan bentuk keprihatinan atas maraknya ungkapan kebencian, permusuhan hingga fitnah yang terjadi akhir-akhir ini. Mereka berencana menggelar aksi Lampah Mbisu di sepanjang Jalan Lawu Minggu (16/12) malam.

Koordinator aksi, Sutarko mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya kebencian, permusuhan, fitnah, serta provokasi sesama anak bangsa akhir-akhir ini.

”Menjelang pilpres, banyak ujaran kebencian, provokasi, maupun penghinaan, terutama di media sosial. Situasi seperti ini tak bisa kita biarkan terus menerus, mau jadi apa bangsa ini,” jelas Sutarko.

Aksi Lampah Mbisu mengusung tema "Siji Wadah Ojo Pecah". Tujuannya mengajak masyarakat tetap bersatu dan tak tercerai berai karena perbedaan.

”Pemilihan tema karena ketika bahasa verbal tidak lagi dipedulikan, maka bahasa diam adalah ungkapan terdalam dari jeritan hati nurani. Mbisu juga sebentuk laku prihatin, mengekang keinginan bicara tanpa rasa, agar manusia bisa kembali mendengar suara yang sejati dari qolbu,” terangnya.

Aksi ini juga dalam rangka untuk mengayubagyo pelantikan bupati dan wakil Karanganyar, Juliyatmono-Rober Christanto. Peserta aksi akan berjalan Lampah Mbisu menuju kediaman pribadi Bupati Karanganyar, Juliatmono di Dukuh Pokoh, Desa Ngijo, Tasikmadu. Pelaksanaanya sehari setelah pelantikan Bupati periode 2018-2023, Sabtu (15/12).

Aksi Lampah Mbisu akan dimulai pukul 19.00. Dimulai dari Rel Bengkong, timur Pabrik Gula Tasikmadu melintasi Jalan Lawu. Lalu menuju kediaman pribadi Bupati Yuliatmono dan menyerahkan pusaka  tombak.

”Pusaka ini adalah simbol amanah rakyat. Nanti, Pak Bupati dan jajarannya bakal ikut Lampah Mbisu,” tandasnya. (adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia