Selasa, 22 Jan 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Masih Ada Kios Dibiarkan Mangkrak

13 Desember 2018, 07: 57: 12 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Pedagang Pasar Legi menunggu pembeli mampir ke kios dan los mereka di pasar darurat kemarin.

Pedagang Pasar Legi menunggu pembeli mampir ke kios dan los mereka di pasar darurat kemarin. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Hari kelima pascaserah terima kunci kios dan los pasar darurat, pedagang Pasar Legi sudah mulai menempati lapak masing-masing. Namun, masih ada sebagian lapak terlihat kosong. Karena itu, pemkot bakal lebih gencar mengawasi dan monitoring pasar.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta Subagiyo mengatakan, monitoring tersebut rutin dilakukan untuk melihat fenomena dan perkembangan pasar. Pemkot sudah menyediakan lokasi darurat sementara yang sudah bisa dimanfaatkan pasca terbakar akhir Oktober lalu.

“Salah satunya kami aktif melakukan monitor. Setelah mereka kami tata dan tempatkan, kemudian secara kontinuitas harus dimonitor,” tegas dia di sela monitoring kemarin.

Ia mengatakan, monitor dan pengecekan lapangan secara langsung tersebut untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan oleh para pedagang. Bahkan, pemkot juga membuka kesempatan bagi para pedagang untuk berkonsultasi secara langsung. 

“Tadi juga ada beberapa pedagang yang menanyakan kalau misalnya tetap berjualan di tenda-tenda pinjaman Kementerian Perdagangan bagaimana. Kami arahkan untuk tetap menempati pasar darurat yang sudah disediakan,” tegas Subagiyo.

Pihaknya memastikan pasar darurat yang disediakan oleh pemkot sejauh ini cukup untuk menampung sekitar 1.400 pedagang terdampak kebakaran ini. Bahkan, pemkot menyediakan lebih dan mampu digunakan untuk 1.500 pedagang. Di mana bangunannya terdiri dari kios, hanggar, los, tenda, dan payung darurat. 

“Pada prinsipnya semua menerima. Tolok ukurnya kalau masih ada pedagang yang teriak artinya mereka belum menerima. Kalau ini kan sudah kondusif. Masalahnya sekarang hanya kapan mau menempati,” ujar dia.

Di sisi lain, belum masuknya pedagang ke lahan yang disediakan pemkot lantaran mereka masih betah bertahan di lahan sementara sebelum jatah pasar darurat dibagikan. Karena itu, Lurah Pasar Legi, Marsono meminta pedagang yang masih bertahan di lokasi lama segera menempati jatah mereka masing-masing. 

“Sebagian pedagang belum menempati pasar darurat yang sudah disediakan. Lokasinya juga sudah ditentukan, jadi tidak bisa sembarangan berdagang di sembarang lokasi. Apalagi lokasi yang mereka tempati sekarang juga merupakan jatah pedagang lain. Sekarang kami masih memberikan kelonggaran, jika tidak segera mengikuti aturan maka akan kami tertibkan,” beber Marsono. (ves/bun)

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia