Senin, 25 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

PT. Tirta Investama (AQUA Klaten) Peduli Penyandang Disabilitas

13 Desember 2018, 12: 03: 32 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Pemberian donasi yang juga program CSR dari AQUA Klaten untuk Inklusi Center Kecamatan Karanganom.

Pemberian donasi yang juga program CSR dari AQUA Klaten untuk Inklusi Center Kecamatan Karanganom. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KOMITMEN ganda perusahaan untuk keberhasilan dalam ekonomi dan sosial terus dijalankan PT. Tirta Investama (Pabrik AQUA Klaten). Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut AQUA Klaten memiliki program corporate social responsibility (CSR) dengan melibatkan langsung masyarakat sekitar.

Mulai dari program untuk menjaga keseimbangan alam, kesehatan ibu dan anak, pendidikan terus dilaksanakan setiap tahun. Dalam menjalankan program CSR AQUA Klaten selalu menjadikan masyarakat sekitar pabrik sebagai subjek tidak hanya objek. Sehingga program tersebut akan terus berjalan secara berkelanjutan.

Penyandang disabilitas menjadi salah satu program CSR yang dijalankan AQUA Klaten. Program penguatan kapasitas, motivasi maupun pendampingan terus dilakukan. Perusahaan yang ada di Desa Wangen, Kacamatan Polanharjo ini juga telah memberikan donasi untuk kegiatan operasional Inklusi Center di Kecamatan Karanganom.

“Melalui donasi  yang diberikan, kami berharap kegiatan Inklusi Center terus berjalan. Karena masih banyak penyandang disabilitas yang dianggap sebelah mata oleh masyarakat. Kami ingin memberikan motivasi bagi mereka, karena kami yakin mereka jika diberi kesempatan pasti mampu,” ujar Manager CSR AQUA Klaten Rama Zakaria.

Di dalam Inklusi Center, penyandang disabilitas dilatih keterampilannya sesuai dengan minat yang dimiliki. Tujuannya agar saat berada di tengah masyarakat penyandang disabilitas tidak tergantung pada orang lain. Selama Inklusi Center berjalan, antusiasme masyarakat yang memiliki anak difabel cukup tinggi untuk datang ketempat tersebut.

“Awalnya memang banyak orang tua yang merasa malu kalau memiliki anak atau anggota keluarga yang berkebutuhan khusus. Tapi setelah mengikuti sosialisasi yang diberikan, dengan sendirinya orang tua tersebut mengikutkan anak mereka ke Inklusi Center,” ungkapnya.

Ke depan pihaknya juga akan membuat program penguatan kapasitas untuk penyandang disabilitas di sekitar pabrik. Kegiatan akan dimulai dengan pendataan dengan melibatkan kepala desa, sehingga akan diketahui berapa jumlah penyandang disabilitas.

“Dari sini akan diketahui program apa saja yang dibutuhkan untuk penyandang disabilitas di sekitar pabrik. Karena setiap anak difabel memiliki program yang tidak sama,” ungkapnya. (ren/edy) 

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia