Selasa, 22 Jan 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Kalimantan Jadi Idola para Transmigran

13 Desember 2018, 16: 07: 51 WIB | editor : Perdana

KEJAR PELUANG: Warga bersiap menuju lokasi transmigrasi. Mereka harus melewati seleksi cukup ketat sebelum diberangkatkan.

KEJAR PELUANG: Warga bersiap menuju lokasi transmigrasi. Mereka harus melewati seleksi cukup ketat sebelum diberangkatkan.

SOLO – Program transmigrasi tetap diminati masyarakat. Sedikitnya 50 kepala keluarga (KK) di Kota Solo masuk daftar antrean peserta transmigrasi 2019. Pemkot akan melakukan seleksi secara ketat agar pelaksanaan transmigrasi lebih efektif.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Surakarta Agus Sutrisno, Rabu (12/12). Dia menyebut 50 KK telah melengkapi persyaratan administratif untuk berangkat transmigrasi.

Mereka berasal dari lima kecamatan di Kota Bengawan dengan beragam latar belakang. Di antara calon transmigran terdapat keluarga muda serta beberapa sudah berusia lanjut. "Yang sudah mendaftar belum tentu berangkat. Bisa saja dibatalkan pemberangakatannya karena faktor usia . Ketentuan mengharuskan hanya yang berusia maksimal 50 tahun bisa mengikuti program transmigrasi," katanya. Ketentuan batas maksimal usia tidak berlaku bagi pensiunan tentara. 

Faktor lain yang menyebabkan batalnya transmigran diberangkatkan adalah keterbatasan kuota dari pemerintah pusat, serta kesiapan pemerintah daerah tujuan.

"Tahun 2018, Pemprov Jateng mendapat alokasi 100 KK untuk program transmigrasi dari pemerintah pusat. Alokasi yang ada dibagi 35 kabupaten/kota di Jateng," terang Agus.

Untuk tahun ini, pemkot memberangkatkan tiga KK. Mereka mendapat dua hektare lahan. Rinciannya, lahan I seluas satu hektare untuk areal sawah dan pekarangan serta di atasnya telah berdiri rumah. Lahan II seluas satu hektare diperuntukkan bagi kebun kelapa sawit. 

Dari daerah asal, para transmigran dibekali peralatan pertanian, di antaranya gergaji mesin, cangkul berikut alat transportasi berupa sepeda onthel. Peserta transmigran disyaratkan juga mempunyai keterampilan lain selain bertani. Selama satu tahun peserta transmigrasi mendapatkan jaminan hidup dari pemerintah.

"Calon transmigran banyak memilih Kalimantan sebagai lahan program transmigrasi. Alasannya , di luar tugas utama bertani, mereka juga bisa bekerja di sektor pertambangan," terangnya.

Pada tahun depan, program transmigrasi diarahkan ke  Lamandau, Kalimantan tengah. Pada tempat tersebut transmigran bakal mendapatkan tiga hectare lahan.

Salah seorang transmigran Marsis, 40, warga Gilingan mengatakan, dorongan utama bertransmigrasi adalah mencari penghidupan lebih baik. "selain bertani saya juga memiliki keterampilan lain. Di sini saya serabutan," ungkapnya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia