Selasa, 22 Jan 2019
radarsolo
icon featured
Solo

140 Ribu Warga Solo Rentan Miskin

15 Desember 2018, 12: 29: 06 WIB | editor : Perdana

LEBIH AKURAT: Laboratorium data di kantor Dinas Sosial Kota Surakarta untuk update data warga miskin.

LEBIH AKURAT: Laboratorium data di kantor Dinas Sosial Kota Surakarta untuk update data warga miskin. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Pemkot Surakarta masih memiliki pekerjaan rumah dalam pengentasan kemiskinan. Tercatat ada 140 ribu jiwa di Kota Bengawan masuk kategori rentan miskin.

Kondisi rentan miskin yakni masyarakat yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, namun berpotensi menjadi miskin. Warga rentan miskin kini mendominasi di antara kategori miskin dan sangat miskin. 

Warga miskin di Kota Solo sendiri saat ini berjumlah 12 ribu jiwa. Sedangkan 7 ribu jiwa masuk kategori sangat miskin. Sisanya sudah berada di atas garis kemiskinan.

“Angka kemiskinan di Solo sekitar 19 ribu jiwa. Atau sekitar sembilan koma sekian persen dari jumlah penduduk. Selama ini bantuan hanya menyasar pada warga miskin dan sangat miskin. Padahal yang rentan miskin ini juga perlu perhatian khusus,” kata Wali Kota F.X Hadi Rudyatmo saat meresmikan kantor Dinas Sosial (Dinsos) Surakarta, Jumat (14/12).

Pemkot, lanjut wali kota, ingin memasukkan warga rentan miskin untuk menerima sejumlah bantuan dari pemerintah pusat maupun pemkot. Misalnya bantuan jaminan kesehatan nasional (JKN) Kartu Indonesia Sehat (KIS), program keluarga harapan (PKH), serta BPMKS. Usaha tersebut dilakukan untuk menghindari warga rentan miskin jatuh ke jurang kemiskinan.

“Kebijakan yang sudah kita lakukan dan jelas bermanfaat adalah pembayaran premi untuk jaminan kesehatan. Sebanyak 127 ribu warga sudah ter-cover. Akhir Desember ini kalau bisa 100 persen,” terangnya.

Untuk melaksanakan seluruh program tersebut, pemkot ingin memiliki data yang valid. Itu menjadi mutlak lantaran seluruh program pemerintah dilaksanakan berbasis data. Dinas Sosial sendiri kini memiliki laboratorium data (lab data). Rudy meminta data yang diolah dan disajikan bersumber dari fakta dilapangan.

“Datanya harus benar-benar valid, jangan sampai tidak tepat. Kalau datanya salah, penanganan masalah juga akan salah,” katanya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Surakarta Rohana menegaskan, lab data yang dimiliki akan melaporkan secara periodik keadaan masyarakat Kota Solo. Dinsos juga memiliki sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengelola data tersebut.

“Gedung baru dinsos dibangun dengan anggaran Rp 4,8 miliar. Berbagai fasilitas ada di sini, intinya seluruh penanganan persoalan sosial di Kota Solo kita tangani. Termasuk lab data, kita membuat data kemiskinan secara berkala untuk menjadikannya program pengentasan masalah ini,” katanya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia