Selasa, 22 Jan 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

SMK Gandeng Industri, Tingkatkan Skill Murid

15 Desember 2018, 13: 03: 30 WIB | editor : Perdana

BURU INFORMASI PEKERJAAN: Job fair and edu expo yang digelar di SMKN 6 Surakarta.

BURU INFORMASI PEKERJAAN: Job fair and edu expo yang digelar di SMKN 6 Surakarta. (SEPTINA FADIA PUTRI/RADAR SOLO)

SOLO – Pengelola SMK harus proaktif dalam menjalin kerja sama dengan dunia industri. Sebab, memasuki era revolusi industri 4.0, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang lebih handal. Terlebih di bidang teknologi informasi.

Kepala SMKN 6 Surakarta Ties Setyaningsih mengungkapkan, pihaknya terus melakukan sinkronisasi kurikulum terhadap dunia industri. Itu sebagai upaya mix and match antara pihak sekolah dengan dunia industri.

"Inilah yang kami jalankan dalam pembelajaran agar lulusan kami sesuai dengan permintaan dan kebutuhan pihak industri," katanya kepada Jawa Pos Radar Solo di sela-sela job fair and edu expo di sekolah setempat.

Ties menambahkan sinkronisasi kurikulum dilakukan untuk memahami kompetensi siswa yang dibutuhkan dunia industri. Sehingga sinkronisasi bertujuan memberikan penguatan materi kurikulum yang sesuai dengan dunia industri.

"Kami sering mendatangkan pihak industri ke sekolah sebagai guru tamu. Untuk memberikan penguatan saat siswa yang akan melakukan praktek kerja industri (prakerin). Sehingga siswa semakin banyak terserap di dunia kerja," terang dia.

Selama ini, lanjut Ties, tidak banyak keluhan datang dari pihak industri terkait kompetensi lulusan. Hanya saja, pihak industri menyayangkan waktu yang singkat saat murid melaksanakan prakerin.

"Karena hanya tiga bulan, pihak industri merasa belum bisa menilai murid mana yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan. Sehingga bisa langsung direkrut bekerja usai prakerin. Solusinya, kami memperpanjang waktu prakerin menjadi enam bulan," bebernya.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Surakarta, Tri Lestari yang membuka kegiatan tersebut menuturkan, pemkot siap memberikan informasi kepada para murid tentang lapangan kerja yang dibutuhkan.

"Mumpung di kegiatan ini banyak pihak industri berkumpul, para siswa bisa menjaring informasi sebanyak-banyaknya. Kami juga menyediakan informasi terkait lapangan pekerjaan lainnya," ucap Tri.

Ditambahkan dia, kegiatan semacam ini sangat tepat diselenggarakan di SMK. Sebab lulusan SMK sangat dekat dengan lapangan pekerjaan. "Harapannya, SMK tidak mencetak pengangguran. Harus ada langkah yang nyata," pungkasnya. (aya/wa)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia