Selasa, 22 Jan 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Targetkan 200 Sekolah Adiwiyata

15 Desember 2018, 15: 10: 59 WIB | editor : Perdana

KERJA SAMA: Sejumlah siswa SD melakukan kegiatan bersih-bersih di Alun-Alun Klaten, Jumat (14/12).

KERJA SAMA: Sejumlah siswa SD melakukan kegiatan bersih-bersih di Alun-Alun Klaten, Jumat (14/12). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Klaten mendorong pembentukan sekolah adiwiyata. Tahun ini, baru terbentuk sekitar 35 sekolah adiwiyata di berbagai jenjang. Ditargetkan pada 2019 nanti, terdapat 200 sekolah adiwiyata baru.

Program ini ditandai dengan Apel dan Deklarasi Peduli Lingkungan di Alun-alun Klaten, Jumat (14/12). Sebanyak 11 ribu siswa menempatkan diri ke tujuh titik yang telah ditetapkan DLHK. Mulai dari Hutan Kota Sungkur, Hutan Kota Gergunung, Taman Lampion, Alun-Alun Klaten, hingga lingkungan GOR Gelarsena. Gotong-royong membersihkan lingkungan.

Kepala DLHK Klaten, Sri Hadi menjelaskan, program ini menyasar sekolah SD, SMP, dan SMA se-Klaten. Sekaligus meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekolah dengan dimulai sejak usia dini.

Ada sejumlah kriteria sekolah adiwiyata. Mulai dari kepedulian warga sekolah yang berbasisi lingkungan kebersihan atau yang dikenal dengan ketertiban, kebersihan, dan keindahan (K3). Mendorong kegiatan penghijauan di lingkungan sekolah. Didukung gerakan reuse, reduce, dan recyle (3R).

”Mendorong itu, kami lakukan satu kegiatan pembinaan ke sekolah-sekolah. Terutama menyasar para siswa utamanya untuk pencanangan sekolah adiwiyata. Apalagi program ini kami gulirkan untuk mendukung raihan Adipura pada 2019 nanti. Sekaligus mewujudkan program Kota Bunga Sejuta Warna,” kata Sri Hadi kepada Jawa Pos Radar Solo.

Melalui pembinaan ini, sekaligus mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah. Dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Serta berharap setiap warga sekolah ikut telibat guna mewujudkan lingkungan sehat.

”Menciptakan lingkungan pembelajaran di sekolah yang nyaman dengan penyadaran terhadap warga sekolah. Harapannya warga sekolah senantiasa bersikap hidup sehat dengan menghembat energi listrik dan sumberdaya alam lainnya,” urainya.

Bupati Klatenm, Sri Mulyani turut hadir dalam apel dan deklarasi peduli lingkungan di Alun-Alun Klaten. Mengaku pemkab sudah membuat edaran setiap Jumat untuk bersih-bersih di lingkungan sekolah masing-masing.

”Sudah saya sampaikan hingga ke tingkat sekolah untuk melakukan Jumat bersih. Apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan. Saya harap siswa perlu diedukasi untuk tidak membuang sampah secara sembarangan,” papar Sri Mulyani.

Pemkab menyetujui pembiasaan perilaku hidup sehat. Perlu diajarkan sejak dini, terutama kepada para siswa. Harapannya semakin banyak sekolah yang terdorong menjadi sekolah adiwiyata. Di sisi lain, ikut serta dalam mendukung dalam meraih Adipura yang dicanangkan sebelumnya. ”Sampai saat ini belum ada tim penilai yang datang. Hanya saja dari pemkab sendiri sudah menyiapkannya,” terang bupati. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia