Selasa, 22 Jan 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Yuk, Wisata Sejarah ke Museum PG Colomadu

15 Desember 2018, 16: 03: 02 WIB | editor : Perdana

Yuk, Wisata Sejarah ke Museum PG Colomadu

KARANGANYAR - Kota Solo dan wilayah Eks Karesidenan Surakarta punya banyak tempat bersejarah yang bisa dijadikan tujuan wisata edukatif.

Belum lama ini resmi dibuka Museum De Tjolomadoe yang merupakan tempat bersejarah zaman penjajahan Belanda. Museum tersebut berada di komplek Pabrik Gula (PG) Colomadu, Karanganyar.

Akses ke lokasi cukup dekat dari Kota Solo. Selain itu berada di titik strategis pintu masuk Kota Solo sebelah barat dan dekat dengan Bandara Adi Soemarmo. Museum ini resmi di-launching Sabtu (8/12) lalu. 

Ada banyak pelajaran sejarah yang bisa didapat jika berkunjung ke museum ini. Mulai dari mengenal penjajahan Belanda saat menerapkan tanam paksa kepada rakyat Indonesia sekitar tahun 1830.

Di mana hasil bumi dari tanam paksa yang salah satunya tebu diproduksi menjadi gula di PG Colomadu. Lalu mempelajari perjuangan Raja Mangkunegaran IV sewaktu mendirikan PG Colomadu sekitar tahun 1861.

Bukti-bukti sejarah itu dapat dilihat dari koleksi museum. Berbagai alat dan mesin produksi gula seperti mesin penguapan hingga roda gerigi raksasa masih berdiri kokoh. Lalu ada pula arsip dan foto-foto sejarah PG Colomadu. Pengunjung dapat melihat langsung secara dekat.

Selain itu, pengunjung juga dapat melihat perkembangan kondisi PG Colomadu dari masa ke masa. Mulai sejak penjajahan, paska kemerdekaan hingga kondisi saat ini.

Bagi yang doyan swafoto (selfie), ada spot foto yang Instagramable bagi pengunjung. Untuk bisa menikmati eksotisme museum ini, pengunjung hanya cukup membayar tiket masuk seharga Rp 25 ribu.

Pengelola Museum De Tjolomadoe, Rachmat Priyatna, mengatakan, tiket masuk mulai diberlakukan sejak launching Sabtu (8/12). Masa gratis bagi pengunjung sejak Maret lalu sudah berakhir.

"Pengunjung akan memperoleh pengalaman baru seperti menjelajah ruang waktu kembali ke masa penjajahan," jelas Priyatna.

"Di museum ini juga menampilkan sejumlah koleksi mulai dari arsip, dan artefak PG Colomadu saat pernah beroperasi," tandasnya. (adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia