Senin, 21 Jan 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Hunian Vertikal Jadi Trend Baru di Solo

16 Desember 2018, 17: 38: 46 WIB | editor : Perdana

Hunian Vertikal Jadi Trend Baru di Solo

SOLO - Hunian vertikal menjadi hal baru bagi masyarakat kota Solo. Namun ternyata atensi masyarakat kota Bengawan terhadap hunian ini cukup tinggi. Apalagi jika hunian ditempatkan di lokasi yang strategis, dimana dekat dengan area kampus.

CEO Mulia Properti Indah (MPI) Novi Amelia mengurai pihaknya membidik segmen mahasiswa dalam investasi properti Solo Urbana. Dengan konsep hunian vertikal di area kampus, Solo Urbana dihadirkan hingga tujuh tower. "Saat ini sudah dibangun dua tower dan sudah sold out, kami juga tengah memasarkan tower ketiga yang saat ini sudah laku 100 unit," ujarnya saat launching Solo Urbana kemarin (16/12).

Solo Urbana ini merupakan salah satu investasi yang dikembangkan di kawasan Solo Utara. Dimana di kawasan ini memang menjadi fokus bagi Pemkot Solo untuk dikembangkan. Apalagi diakui Novi jika saat ini properti di Solo sedang menggeliat. "Kami sudah melakukan riset, hasilnya masyarakat Solo sendiri cukup berminat terhadap hunian vertikal ini," ujarnya.

Kawasan Solo Utara ini sengaja dibidik karena dianggap memiliki pasar yang cukup potensial. Sehingga akan sangat pas jika digunakan untuk pengembangan bisnis properti. Apalagi proyek properti ini memiliki lokasi yang cukup strategis. Mengingat berdekatan dengan kampus UNS, ISI dan AK Tekstil. Ditambah lagi juga sangat dekat dengan pintu masuk tol Solo-Kertosono.

"Saat ini dari 1.400 unit yang kami sediakan, sebanyak dua tower sudah terjual dan sedang dalam pembangunan. Untuk tower ketiga dari 149 unit sekarang tinggal tersisa 49 unit" ujarnya.

Dengan menempati luas lahan 1,6 hektar, Urbana Residence berada di jalan Mojo, Mojosongo. Properti ini terdiri atas 7 tower dengan konsep lowrise apartemen yang memiliki ketinggian beragam mulai dari 7-12 lantai.

Untuk tipe,  dalam apartemen ini ada beberapa tipe hunian yang ditawarkan. Mulai dari Studio dengan luas 18 meter persegi, 24 meter persegi dan 30 meter persegi. Tidak hanya itu, di apartemennya itu juga sudah dilengkapi dengan sarana penunjang lainnya, seperti lokasi joging, fitnes center serta elevated garden yang dapat digunakan untuk kegiatan interaktif, sosial, seni dan budaya. 

Sementara itu Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Toto Amanto jika memang selama ini Pemkot membuka investasi seluas-luasnya untuk kawasan Solo Utara. Sebab hanya di kawasan ini saja yang memungkinkan untuk pengembangan. "Jadi siapa saja investor yang ingin menanamkan modalnya di kawasan ini kami persilahkan," tandasnya. (vit)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia