Jumat, 22 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Komitmen Beri Jaminan Kesehatan Semesta

19 Desember 2018, 19: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Komitmen Beri Jaminan Kesehatan Semesta

WALI Kota FX. Hadi Rudyatmo dan Wakil Wali Kota beserta jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) secara resmi meluncurkan Solo Universal Health Coverage (UHC), di Pendhapi Gedhe Balaikota Surakarta, pada Jumat (27/7) lalu. 

UHC atau Jaminan Kesehatan Semesta bertujuan untuk memastikan semua orang mendapatkan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, tanpa harus mengalami kesulitan pembayaran. Dalam hal ini Pemerintah Kota Surakarta telah berkomitmen melakukan upaya dan strategi dalam mewujudkan UHC dalam memberikan jaminan kesehatan bagi warganya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, Siti Wahyuningsih mengatakan, Pemkot Solo meluncurkan Solo Universal Health Coverage (UHC) sebagai bentuk pelayanan maksimal di bidang kesehatan masyarakat. Lewat program ini masyarakat bisa terkaver kesehatannya tanpa perlu terkendala masalah biaya.

“Sebenarnya target Pemkot Surakarta dalam penerapan program ini adalah pada 2019 mendatang. Tetapi, Pemkot bertekad bahwa UHC sudah bisa dilakukan pada tahun 2018 ini,” paparnya. 

Menurut Siti, Pemkot Solo telah melakukan sejumlah upaya untuk dapat meluncurkan program tersebut. Di antaranya sejak 2008 saat Pemkot Solo menerapkan program Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS). Program tersebut berhasil dilakukan hingga 2015. Sedangkan pada 2016, PKMS diintegrasikan dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Dalam penerapannya terbagi dalam kelas gold dan silver. Gold bagi masyarakat miskin, sedangkan silver untuk masyarakat tidak mampu,” paparnya.

Ditambahkan Siti, pada Juli 2018, Pemkot Solo mulai menerapkan program Solo UHC dengan jumlah peserta 537.726 jiwa. Jumlah tersebut setara 95,54 persen dari total penduduk Solo. “Rinciannya, peserta JKN KIS yang dibiayai oleh APBD Solo mencapai 119,661 jiwa, kemudian yang dibiayai APBN sebanyak 159.288 jiwa, sedang APBD Provinsi Jawa Tengah 1.704 jiwa. Sisanya adalah peserta mandiri dan pekerja,” jelas Siti. (dam/edy)

(rs/bram/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia