Senin, 21 Jan 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Hutan Gundul, Sedimentasi Waduk Gajah Mungkur Kian Parah

07 Januari 2019, 12: 34: 30 WIB | editor : Perdana

DIPICU EROSI: Daerah aliran sungai dari berbagai penjuru kecamatan jadi penyumbang terbanyak sedimentasi Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.

DIPICU EROSI: Daerah aliran sungai dari berbagai penjuru kecamatan jadi penyumbang terbanyak sedimentasi Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

WONOGIRI—Laju sedimentasi Bendungan Waduk Gajah Mungkur (WGM) makin mengkhawatirkan. Alih fungsi lahan dan erosi tanah pertanian menjadi salah satu penyumbang terbesar pendangkalan.

Kepala Sub bid Divisi III/ I Perum Jasa Tirta (PJT) I Wilayah Sungai Bengawan Solo Didit Priambodo mengatakan bahwa laju sedimentasi Bendungan WGM mencapai 3,2 juta meter kubik. Sedimentasi ini disumbang setidaknya tujuh daerah aliran sungai. 

“Terdapat tujuh DAS (daerah aliran sungai) yang masuk ke WGM. Yakni DAS Keduang, Tirtomoyo, Bengawan Solo Hulu, Temon, Ngunggahan, Alang dan Wuryantoro,” kata Didiet, Minggu (6/1).

Masing-masing DAS menyumbang sedimentasi yang cukup besar. Pasalnya, ada beberapa permasalahan di daerah tangkapan air, seperti alih fungsi lahan, tingkat kelerengan, kecuraman, dan erosi lahan pertanian.

“Secara topografi Wonogiri rentan terhadap erosi karena 65 persen wilayahnya miring sampai perbukitan, 30 persen landai dan hanya 5 persen yang datar,” terang Didiet.

Paling besar penyumbang sedimentasi yakni DAS Kaduang. Di mana DAS dengan luas 420.95 kilometer persegi ini menyumbang total sedimentasi 1.219 juta meter kubik.

“Semua pihak harus bergandeng tangan untuk memperpanjang usia Bendung Wonogiri. Penghijauan, pengerukan, penyadaran masyarakat akan pentingnya menjaga daerah aliran sungai,” katanya.

Menurut Didiet, jutaan pohon tenah ditanam di berbagai tempat hulu sungai untuk mengurangi erosi lahan. Selain itu, pengerukan juga telah dilakukan sejak 2007 lalu. Serta pembangunan dam-dam penahan sedimentasi di anak-anak sungai.

“Sejak 2010 sudah 1 juta lebih pohon ditanam, sampai sekarang menunjukkan perkembangan yang baik. Sejak 2009 sudah dibangun 77 dam penahan. Serta 604.526 meter kubik sedimentasi telah dikeruk sejak 2007-2014,” terang Didiet.

Untuk informasi, Bendungan WGM diresmikan Presiden RI ke 2 Soeharto pada 17 November 1981,  memiliki historis yang tak dapat dilupakan. Proyek ini telah menenggelamkan 15 desa yang dihuni 12.500 KK atau 60.000 jiwa. 

Penduduk  sebanyak  itu ditransmigrasikan  secara serentak  (transmigrasi bedhol desa) ke Sitiung (Sumatra) dan Rimbo Bujang (Jambi). Dengan pengorbanan warga Wonogiri yang tidak kecil, Waduk Gajah Mungkur dimanfaatkan untuk  mengairi sawah seluas 30 ribu hektare.

Selain itu, Waduk Gajah Mungkur juga dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik berkapasitas 12.40 MW.  Manfaat  positif  lainnya adalah untuk objek wisata, pengembangan sektor perikanan, olahraga air dan pengendalian banjir. (kwl/bun)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia