Senin, 21 Jan 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Anak-anak Terlibat 5 Kecelakaan dalam 10 Hari

12 Januari 2019, 16: 57: 32 WIB | editor : Perdana

MEMBAHAYAKAN: Pihak kepolisian mendata siswa di SMPN 1 Sragen yang kedapatan membawa sepeda motor ke sekolah. Nantinya orang tua siswa tersebut akan dipanggil kepolisian.

MEMBAHAYAKAN: Pihak kepolisian mendata siswa di SMPN 1 Sragen yang kedapatan membawa sepeda motor ke sekolah. Nantinya orang tua siswa tersebut akan dipanggil kepolisian. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SRAGEN – Edukasi dalam menggunakan kendaraan tentu harus selalu disosialisasikan. Saat ini cukup banyak pelajar yang belum cukup umur, namun nekat mengendarai sepeda motor sendiri. Bahkan banyak pelajar SMP yang yang sudah menggunakan motor untuk menuju ke sekolah.

Dalam 10 hari di awal tahun ini, ternyata sudah terjadi 5 kecelakaan yang melibatkan anak-anak, dengan dua orang meninggal dunia.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Polres Sragen, selama 2018 terdapat 1.043 kasus kecelakaan. Korban menyentuh 135 nyawa meregang nyawa akibat kecelakaan lalu lintas. Waktu kejadian kecelakaan didominasi saat jam mulai aktifitas sekolah dan saat pelajar hendak pulang sekolah.   

Menekan angka kecelakaan yang melibatkan pengendara di bawah umur, Satlantas Polres Sragen langsung terjun ke sekolah. Bekerjasama dengan pihak sekolah, Satlantas langsung memberi peringatan bagi para siswa yang nekat mengendarai sepeda motor sendiri.

”Hari ini kita lakukan di SMPN 1 Sragen dan SMPN 4 Sragen, tujuannya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas,” terang Kasatlantas Polres Sragen AKP Dani Permana Putra, mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan, Jumat (11/1).

Dia menjelaskan kecelakaan ini  yang melibatkan remaja berusia 14 hingga 15 tahun. Usia tersebut memang belum diperbolehkan mengendarai sepeda motor sendiri.   

DI SMPN 1 Sragen sendiri masih ditemukan sekitar 10 sampai 15 buah pelanggaran yang dilakukan siswanya. 

”Kendaraan itu dibawa adik-adik yang umurnya masih di bawah 17 tahun. Jadi sosialisasi ini juga upaya kami untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas,” katanya.

Tidak hanya siswa saja yang mendapat peringatan. Orang tua yang kedapatan membiarkan anaknya mengendarai motor sendiri juga akan diundang secara resmi pada Senin (14/1) nanti. Satlantas akan melakukan pembinaan kepada orang tua, guru BK dan kepala sekolah untuk diundang ke Satlantas Polres Sragen. Sebagai langkah awal, para siswa tersebut diberikan surat teguran dan surat undangan kepada orang tuanya.

Sementara itu Kepala SMPN 1 Sragen, Wiyono menyampaikan, sebenarnya pihak sekolah sudah berulangkali memberikan prmbinaan kepada anak, agar tidak membawa motor ke sekolah. Dia menyampaikan tidak banyak siswa yang membawa motor sendiri. Sebagian besar dijemput atau menggunakan ojek online.

Kita sudah peringatkan supaya anak tidak membawa sepeda motor. Sebenarnya anak-anak ini juga belum waktunya mengendarai sepeda motor, karena bagaimanapun sumbernya tetap orangtua. Itu  karena dia (orang tua,Red) yang sudah kasih fasilitas ke anak (kendaraan untuk ke sekolah),” ujar Wiyono.

Dia menyampaikan selama ini mereka ini yang bawa motor parkir di Masjid Raya Sragen. Dia menegaskan dari pihak sekolah sudah melarang siswa membawa kendaraan bermotor sendiri ke sekolah. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia