Senin, 21 Jan 2019
radarsolo
icon featured
Features

Produk Whitening Laris Manis, tapi Penjualnya Takut Banget Pakai

12 Januari 2019, 20: 34: 48 WIB | editor : Perdana

Produk Whitening Laris Manis, tapi Penjualnya Takut Banget Pakai

MIMPI cewek-cewek untuk mendapatkan kulit wajah yang flawless dan glowy seperti artis Korea seakan dengan mudah terjawab dengan hadirnya produk kecantikan yang dijual murah dan mudah di toko online. Bahkan, produk berjenis whitening injection (suntik putih) yang semestinya dibeli lewat anjuran dokter spesialis pun kini mudah sekali didapat. 

Biasanya penjual mengunggah produk-produk tersebut di media sosial maupun web disertai penjelasan khasiat bagi penggunanya. Tentu saja ini sangat menarik bagi konsumen. Selain itu, bisa didapat di toko atau salon kecantikan kecil. Kalau untuk toko-toko supplier kecantikan besar di Kota Bengawan, hampir dipastikan tidak dijual. Sebab, produk ini diduga kuat tidak memiliki izin edar alias ilegal.

Beberapa waktu lalu, Jawa Pos Radar Solo berkesempatan bertemu dengan salah seorang yang pernah menjual produk tersebut. Sebut saja Naura (nama samaran). Dirinya mengaku selama tiga tahun menjalani bisnis jual beli produk berjenis whitening injection itu. Dijelaskan Naura, produk kecantikan tersebut berkhasiat untuk membuat cerah kulit dalam waktu relatif singkat. 

Alhasil, produk dengan harga sangat terjangkau dan hasilnya bisa dilihat hanya dalam hitungan bulan tersebut laris manis di pasaran. Tentu saja dari sisi bisnis sangat menjanjikan. 

 “Sebagai penjual saya sangat diuntungkan. Dalam sebulan itu bisa jual 8-10 produk. Dan perputaran uangnya memang lebih cepat dibanding penjualan kosmetik ternama yang juga saya jual di toko online saya,” ujar Naura.

Naura mengaku tidak sengaja mengenal produk tersebut. Sebab, awalnya dirinya hanya menjual produk kosmetik seperti lulur mandi dan beberapa barang lainnya dengan merek-merek yang laris di pasaran. Hingga suatu saat dirinya mendapat tawaran tentang beberapa kosmetik dengan harga sangat miring oleh salah satu supplier-nya. 

“Awalnya saya sempat pikir-pikir karena itu barang KW alias tembakan produk ternama. Tapi setelah beberapa waktu ternyata banyak juga yang cari. Nah, mulai dari sana saya mulai jual lipstik, krim wajah, dan beberapa kosmetik KW lainnya,” beber dia.

Selang setahun kemudian, produk whitening injection mulai masuk pasaran. Melalui proses yang sama, ia akhirnya mulai menjual produk tanpa izin dari BPOM tersebut. Kala itu,  peminatnya pun belum sebanyak saat ini, lantaran belum banyak masyarakat yang tahu. Produk tersebut mulai booming baru 2-3 tahun belakangan. 

“Saya pikir mulai booming itu karena mulai banyak testimoni soal khasiat produk itu. Dan makin banyak juga toko online yang mulai memasarkan produk sejenis dari berbagai merek,” kata Naura.

Ia mengaku dalam 2-3 tahun terakhir produk kosmetik terlaris yang mampu ia jual adalah jenis whitening injection. Mayoritas pelanggannya membeli via online, namun beberapa di antaranya melakukan transaksi pembelian lewat tatap  muka secara langsung. 

“Harganya variatif. Beda merek, beda harga dan isinya. Satu boks biasanya berisi 6-10 ampul dengan kisaran harga Rp 250-800 ribu,” jelas Naura.

Bagaimana aturan pakainya? Naura mengaku cukup mudah. Yakni, hanya dengan menyuntikkan serum ke dalam tubuh. Biasanya, satu ampul untuk satu kali suntikan. Lalu untuk suntik kedua dilakukan sepekan sesudahnya, begitu seterusnya. 

“Dipakainya sekali sepekan untuk satu ampul. Kalau mau lebih cepat terlihat hasilnya bisa tambah dosisnya di bulan kedua pemakaian. Caranya disuntikkan di lengan seperti proses memasukkan infus,” beber dia.

Lantas bagaimana dengan yang tidak berani menyuntik dirinya sendiri? Bagi beberapa pelanggan yang kebingungan untuk pemakaian produk tersebut, Naura juga bisa memfasilitasinya. Tentunya dengan biaya tambahan di luar harga produk. 

“Memang beberapa ada yang minta tolong untuk dipakaikan. Kalau seperti itu biasanya saya kenakan biaya tambahan Rp 80 ribu. Kebetulan saya ada kawan bidan, ongkos satu kali suntik biasanya saya kasih Rp 30 ribu. Tapi kalau yang tidak kuat suntik cairan itu juga bisa dicampur di produk kecantikan lain seperti body lotion,” jelas dia.

Apa ada efek sampingnya? Dari pengalaman dia, pemakaian produk ini tidak banyak memiliki efek samping. Hanya saja wajib banyak minum air, karena cairan yang berisi vitamin C dan kolagen tersebut berpengaruh membuat kulit menjadi lembab. Karena itu, konsumsi air yang banyak selalu ia sarankan agar hasil cepat terlihat. 

“Kalau langsung jadi putih memang tidak. Kulit memang jadi lebih lembab dan dari situ lama kelamaan kulit akan makin cerah,” jelas dia.

Apakah ada yang komplain terhadap produk yang pernah dia jual? Selama itu, taka da seorang pun komplain atas pemakaian produk yang dibeli dari dirinya. “Jadi saya jual berbagai macam produk kecantikan. Ada yang legal, tapi banyak yang ilegal,” jelas Naura.

Apakah dirinya juga memakai produk yang sama untuk merawat diri? Naura menjawab tidak. Dia hanya sebatas jual beli atas produk tersebut. Meski gencar promosi di media sosial, dirinya mengaku harus berpikir berkali-kali jika harus menggunakan produk tersebut. Sebab, secara pribadi dirinya sadar bahwa produk yang ia jual tidak memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

“Hasilnya memang maksimal. Kulit bisa empat kali lebih cerah dalam hitungan bulan. Tapi kalau disuruh pakai saya pilih tidak. Memang sih kandungan serum itu lebih dari 50 persen merupakan vitamin C yang baik untuk kulit, tapi kan kita tidak tahu apakah kandungan lainnya aman atau tidak,” imbuh Naura.

Kendati secara bisnis sebenarnya sangat menjanjikan, Naura memilih menyudahi bisnis tersebut usai salon miliknya yang juga ia jadikan tempat menjajakan produk kecantikan abal-abal tersebut terendus oleh petugas dari dinas kesehatan (dinkes) dan BPOM Jateng beberapa tahun lalu. (ves/bun/ria)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia