Jumat, 22 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Features

Wujudkan Keinginan Ibu Yang Kena Kanker, Edwin-Ria Menikah Di ICU

13 Januari 2019, 09: 10: 59 WIB | editor : Perdana

BERBAKTI: Pemberkatan pernikahan Edwin-Ria di ruang ICU RS Hermina Kota Solo tempat perawatan Trivena Ertin Sriyati.

BERBAKTI: Pemberkatan pernikahan Edwin-Ria di ruang ICU RS Hermina Kota Solo tempat perawatan Trivena Ertin Sriyati.

Tidak terbayangkan sebelumnya oleh Stevanus Edwin Foncesca bakal menjalani pemberkatan pernikahan dengan pujaan hatinya Ria Ilimiwati di ruang intensive care unit (ICU) Rumah Sakit (RS) Hermina, Kota Solo. 

A. CHRISTIAN, Solo

MESKIPUN dalam kondisi “darurat”, pernikahan pada Kamis (10/1) itu berlangsung khidmat. Edwin-Ria terlihat bahagia. Begitu pula ibunda Edwin, Trivena Ertin Sriyati yang mengidap kanker payudara stadium empat.

Awalnya, Edwin berencana menggelar pernikahan usai Lebaran tahun ini. Namun, kondisi sang bunda semakin kritis. “Sebelum sakit, ibu memiliki keinginan melihat anak laki-laki semata wayangnya menikah. Apalagi ayah sudah meninggal. Jadi, satu-satunya keluarga yang saya punya ya cuma ibu,” beber Edwin.

Pria murah senyum ini kemudian memberanikan diri menemui keluarga Ria guna menginformasikan lokasi pemberkatan pernikahan yang tidak lazim. Gayung bersambut, keinginan Edwin mendapatkan respons positif.

Proses selanjutnya, keluarga calon pengantin meminta izin manajemen RS Hermina untuk melangsungkan pemberkatan nikah di ruang ICU. “Puji Tuhan kami diperbolehkan,” jelasnya.

Calon pengantin terlebih dahulu menyelesaikan persyaratan administrasi di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Efata di Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres. Kemudian didampingi Pendeta Ishak Anton, Edwin-Ria bergegas menuju RS Hermina.

Tanpa diduga, meskipun tidak menyebar undangan, ternyata sudah banyak orang menunggu kedatangan Edwin-Ria di rumah sakit. Tapi, karena pemberkatan nikah dilakukan di ICU tempat ibunda Edwin dirawat, hanya saksi dan orang tua Ria yang boleh masuk ruangan.

Pihak rumah sakit ikut membantu kelancaran acara dengan menyediakan meja dan kursi di ruang ICU. Rampung pemberkatan, Edwin-Ria tak kuasa menahan air matanya.

“Saat sungkem, ibu tidak berkata apa-apa, hanya menangis bahagia. Saya sangat bersyukur bisa mewujudkan mimpi ibu,” tuturnya.

Tamu yang tadinya berada di luar ruang ICU, bergantian masuk untuk memberikan ucapan selamat. Termasuk keluarga pasien lain yang kebetulan dekat ruang perawatan ibunda Edwin.

Kapan sang ibu divonis menderita kanker payudara? Edwin mengatakan sejak 3 bulan lalu. Sebelumnya, Trivena tidak pernah bercerita kepada keluarga tentang penyakitnya. Pada 2 Januari, Trivena berniat kontrol, tapi oleh dokter diminta rawat inap.

“Tanggal 5 Januari kondisi ibu drop, jadi harus dipindah ke ICU. Dokter menyampaikan kalau kanker ibu sudah sampai stadium empat,” terang Edwin.

Rasa senang bisa mewujudkan keinginan ibu mertua dirasakan Ria. Dia juga merasa beruntung dapat menikah dengan Edwin yang dinilainya sebagai pria bertanggung jawab dan cinta keluarga. 

Ria berharap sang ibu mertua diberi kesembuhan dan umur panjang sehingga dapat menimang cucu yang diidam-idamkan. “Saya yakin ibu pasti sembuh. Tuhan pasti memberikan izin ibu untuk melihat anak-anak kami,” pungkasnya. (*/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia