Senin, 21 Jan 2019
radarsolo
icon featured
Solo

SMP Berprestasi Dikado Gamelan Komplet

13 Januari 2019, 11: 35: 59 WIB | editor : Perdana

TABUH DENGAN RASA: Pelajar memainkan gamelan di Taman Cerdas Jebres. Eksistensi musik tradisional ini selalu dijaga. 

TABUH DENGAN RASA: Pelajar memainkan gamelan di Taman Cerdas Jebres. Eksistensi musik tradisional ini selalu dijaga.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Pemkot janji memberikan hadiah seperangkat gamelan lengkap kepada SMP yang berprestasi. Diharapkan, semangat para guru dan pelajar dalam memajukan pendidikan di Kota Bengawan semakin meningkat.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menerangkan, seperangkat gamelan diberikan kepada SMP ketika mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat, atau muridnya berprestasi akademik maupun nonakademik.

“Biar digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler di sore hari. Tidak hanya untuk siswa saja, gamelan itu juga bisa dimanfaatkan untuk guru dan karyawan,” ujar dia, Sabtu (12/1).

Kenapa memilih gamelan? Rudy menegaskan, itu sebagai upaya memelihara seni dan budaya lokal di Kota Solo. Pemkot tak ingin kesenian tradisional hilang tergerus zaman karena tidak ada lagi yang melestarikan.

“Jangan sampai anak-anak nanti mainnya gamelan elektronik. Gamelan ya tetap gamelan, ditabuh fisiknya. Nabuhnya pakai rasa, nggak gaco ndudul (tidak asal pencet, Red),” tandas wali kota.

Saat ini, pemkot tengah menyelesaikan pembagian hibah gamelan di setiap kelurahan. Tahun lalu, sudah 26 kelurahan yang mendapat jatah gamelan pelog dan slendro. Rencananya, lima gamelan setiap tahun akan diberikan kepada pihak kelurahan.

“Mereka yang sudah mendapat gamelan rutin latihan. Selain itu juga ikut pentas, meski masih di Kota Solo saja,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Surakarta Hasta Gunawan menuturkan komitmennya menjaga kelestarian budaya lokal. Berbagai event gamelan secara rutin dilaksanakan, baik di lingkup kampung, kota, nasional maupun internasional. Pemkot juga terus nguri-uri kebudayaan gamelan melalui pentas wayang orang Sriwedari. 

“Di setiap pentas itu kan pasti ada gamelannya. Masyarakat sebenarnya bisa belajar langsung di situ,” katanya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia