Senin, 18 Feb 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Popularitas Petanque Masih Mengandalkan Minat Mahasiswa

01 Februari 2019, 13: 15: 42 WIB | editor : Perdana

FOKUS: Salah satu peserta International Double Open Petanque Wali Kota Surakarta 2019 di Lapangan Kota Barat.

FOKUS: Salah satu peserta International Double Open Petanque Wali Kota Surakarta 2019 di Lapangan Kota Barat. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Petanque memang belum terlalu populer di Indonesia, termasuk di Kota Solo. Olahraga asal Prancis ini sejatinya sudah mulai dikembangkan tiga tahun terakhir. 

Perkembangannya memang belum mencolok, hal ini juga lantaran belum banyak masyarakat yang memainkannya. 

Olahraga ketangkasan ini memang butguh minat besar untuk mendalaminya. Dari sisi potensi, sejatinya olahraga ini cukup besar potensinya untuk bisa dikembangkan. Dari sisi kompetisi juga mulai tumbuh berkembang, karena beberapa kota ternyata mulai memberanikan diri untuk jadi tuan rumah olahraga ini.

“Saat ini kami masih mengandalkan peran mahasiswa. Itupun tentu tak mudah, karena minat untuk mendalaminya tentu butuh proses,” terang Binpres Pengprov Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Jawa Tengah, Rivan Sagita Pratama.

Saat ini ada beberapa kampus di Kota Solo yang sudah memiliki atlet pentaque, yakni UNS dan UTP. Diharapkan beberapa kampus lainnya di Jawa Tengah juga bisa mulai membentuk tim, termasuk salah satu langkah awalnya adalah menjaring para atletnya.

”Untuk lapangan sejatinya tak terlalu sulit, karena di Solo pun sejatinya banyak lokasi latihan untuk olehraga ini. untuk cuacapun tak terlalu bermasalah, yang penting lapangannya tanah dan bola bisa gelinding. Tantangan besar kita sebagai pengurus adalah meningkatkan animo masyarakat umum untuk mencobanya, siapa tahu bisa tekun untuk menjadi atlet kedepannya,” ucapnya.

Direncanakan olahraga lempar bola ini juga menjalani kompetisi perdananya di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. Saat di PON 2016 di Jawa Barat, pentaque sudah digelar sebagai olahraga ekshibisi.

”Kalau di Jateng potensinya cukup besar, karena ternyata hampir di tiap daerah punya atlet yang kualitas skillnya cukup baik. Kita harap kedepannay semakin banyak orang yang ingin mengelutinya,” tuturnya.  

Sementara itu belum lama ini Kota Solo jadi tuan rumah kejuaraan International Double Open Petanque Wali Kota Surakarta 2019 di Lapangan Kotta Barat (25-27/1). Ajang ini diikuti 130 tim dari lima negara. Mulai dari Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand, hingga negara asalnya Prancis. 

”Kejuaraan ini sebagai perayaan HUT ketiga Pentaque Jateng, dan kami harap kedepannya olahraga ini semakin maju lagi,” terangnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia