Sabtu, 20 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Tergerus Zaman, Kini Dikembangkan Lewat Game

07 Februari 2019, 20: 08: 06 WIB | editor : Perdana

FOKUS: Dua orang peserta tengah mengikuti perlombaan xiang qi di atrium The Park Solo baru.

FOKUS: Dua orang peserta tengah mengikuti perlombaan xiang qi di atrium The Park Solo baru. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO BARU –Tiongkok jadi salah satu negara yang melahirkan banyak olahraga, yang kini populer di dunia. Yang paling terkenal tentu saja sepak bola, yang sudah dikembangkan daratan Tiongkok sejak abad ke-2, pada masa pemerintahan Dinasti Han.

Diluar olahraga ini, sejatinya Tiongkok banyak melahirkan olahraga lainnya, khususnya olahraga tradisional, seperti Mahjong, Xiang Qi, hingga Hou Qi.

Seperti dalam perayaan Imlek, digelar perlombaan ketiga olahraga tradisional Tiongkok tersebut di Atrium The Park Solo Baru, kemarin. 

 ”Mahjong itu mencocokkan gambar yang sama, dan pemainnya akan melawan tiga orang. Ini permainan yang menekankan pada keberuntungan, daya ingat, dan tentu saja ketepatan strategi saat bermain,” terang Jerry Suwanto, koordinator perlombaan ini kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

”Untuk  Xiang Qi, catur Tiongkok, kadang disebut catur gajah. Bentuknya seperti koin besar ada hurung tiongkoknya, dan cara permainannya seperti catur biasa, tapi beda format. Tapi tetap sama, yakni sama-sama menyelamatkan. Kalau Hou Qi juga seperti catur, tapi alatnya bebas, bisa dari batu. Kalau di lomba ini kita gunakan mur dan baut,” .

Dirinya mengakui mainan tradisional ini sudah mulai terlupakan. Mereka yang memainkannya juga kebanyakan adalah orang-orang tua, atau pensiuan yang punya waktu luang cukup banyak untuk memainkannya.  

”Di Hongkong sampai Singapura masih banyak yang memainkan olahraga seperti ini di taman-taman kota. Cukup lega juga ternyata sekarang mainnya seperti Mahjong yang mulai diaplikasikan ke dalam bentuk game. Bahkan ada yang gambarnya dirubah jadi anime, agar generasi milenial lebih tertarik untuk memainkannya,” tuturnya.

Olahraga ini memang kental dengan nuansa Tiongkok-nya, lantaran banyak aksara Tiongkok dalam permainan ini. walau begitu dirinya mengakui banyak olah di luar Tionghoa yang tertarik untuk memainkannya. 

”Di Eropa sudah dimainkan, bahkan pernah ada lomba yang dimainkan oleh bule-bule. Karena permainan ini sama dengan permainan lainnya, yang bikin pemainnya penasaran untuk memenangkan laga. Aksara kan hanya sebagai simbol, kadang yang main juga tak terlalu ngerti artinya apa. Malah bisa sembari belajar tentang filosofi di dalam permainannya juga,” tuturnya.

Di Indonesia sejatinya sudah ada organisasi bernama Persatuan Olah Raga Mahjong Indonesia. Sayang olahraga mahjong belum bisa masuk di PON. Walau begitu beberapa kejuaraan sempat digelar, salah satunya yang paling besar di gelar di Batam, beberapa tahun lalu. Kejuaraan internasional ini dihadiri beberapa peserta dari berbagai negara di luar Indonesia.

”Sayangnya ada mindset orang bahwa permainan ini adalah judi. Kalau pakai uang, ya itu baru judi. Padahal olahraga ini aslinya memang murni untuk menambah ketangkasan, dan mengasah keberuntungan,” tuturnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia