Senin, 18 Feb 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Seribu Rumah di Jepara Tersambung Listrik Gratis

08 Februari 2019, 13: 55: 51 WIB | editor : Bayu Wicaksono

Gubernur Ganjar Pranowo bersama pejabat PLN kunjungi rumah warga yang dapat program listrik gratis, Kamis (7/2).

Gubernur Ganjar Pranowo bersama pejabat PLN kunjungi rumah warga yang dapat program listrik gratis, Kamis (7/2).

JEPARA – Masih ada keluarga miskin di Jawa Tengah belum menikmati sambungan listrik. Pemprov Jateng sendiri tidak bisa kalau hanya bekerja sendiri, karena itu perlu keterlibatan swasta. PLN Unit Induk Pembangkit Tanjung Jati B melalui program corporate social responsibility (CSR) memberikan bantuan sambungan listrik gratis 900 VA kepada 1.000 keluarga miskin di Jepara.  Program ini sudah dimulai sejak November 2018 lalu.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Executive Vice President Regional Jawa Bagian Tengah PLN Purnomo Jaya secara simbolik meluncurkan program layanan penyambungan gratis bagi warga tidak mampu di Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Jepara, Kamis (7/2).

“Jika CSR bisa dikelola, dikumpulkan, dan disalurkan tepat sasaran seperti ini maka bisa menekan angka kemiskinan. Kata kuncinya adalah keroyokan,” katanya.

Ganjar menegaskan, pemerataan listrik di Jateng secara kontinu terus dilakukan. Saat ini, 97 persen rumah tangga di Jateng telah terpasang sambungan listrik atau sebanyak 9.044.690. Sementara rumah tangga yang belum terpasang sebanyak 240.247 karena masih banyak yang menumpang aliran listrik dari rumah saudara atau pun tetangga.

“Memang hampir semua daerah di Jawa Tengah sudah teraliri listrik, tapi tidak kita pungkiri masih ada yang tercecer,” paparnya.

Untuk pemerataan itu, lanjut dia, pihaknya terus mendorong peningkatan pemanfaatan listrik dari energi terbarukan, meskipun masih ada daerah yang menggunakan bahan bakar sebagai sumber aliran listrik.

“Kecuali Karimun masih menggunakan bahan bakar. Merdekanya bareng kita, tapi jika yang terang hanya Jepara kan tidak adil. Di sana masih butuh tenaga surya dan saat ini dikembangkan terus, saat ini listrik sudah bisa menyala secara normal,” kata Ganjar.

Sementara itu, Purnomo Jaya mengatakan, sasaran program ini adalah masyarakat tidak mampu di 20 desa di Kabupaten Jepara. Sementara hingga saat ini telah tersambung 528 rumah tangga miskin di 10 desa.

“Dengan kegiatan pemasangan listrik gratis ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menambah rasio elektrifikasi khususnya di Jawa Tengah,” ujarnya.

Selain penyambungan listrik gratis, PLN juga telah membagikan sekitar 2.000 paket nutrisi untuk anak-anak sekolah di sekitar  PLTU Tanjung Jati B. Kegiatan ini direncanakan akan dilaksanakan rutin setiap empat bulan sekali.

Bupati Jepara M Marzuki menyatakan telah meminta PLTU Tanjung Jati B untuk  terus meningkatkan kualitas dan pelayanannya. “Jangan lupa perhatikan masyarakat yang berada di sekitar lokasi PLTU,” kata Marzuki.

Sementara itu Kasnoto, 55, salah satu penerima manfaat mengatakan bahwa semua program itu gratis. Ia yang tinggal bersama istri dan anak-anaknya di sebuah rumah petak itu mengaku bersyukur bisa mendapatkan bantuan tersebut. “Iya semua gratis, bahkan bohlam saja saya tidak beli,” ujarnya saat ditanya Ganjar.

Melihat rumahnya yang hanya dari papan dan masih beralaskan tanah, Ganjar kemudian memanggil perangkat desa setempat untuk menanyakan apakah bisa keluarga itu menerima bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH). Akhirnya direncanakan keluarga itu akan menerima bantuan rebah RTLH sekitar Juni mendatang melalui dana desa. Pada kesempatan itu, Ganjar pun mengisi pulsa listrik di rumah tersebut.

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia