Rabu, 24 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Polres Klaten Siapkan Satgas Amankan Pilkades

08 Februari 2019, 17: 45: 57 WIB | editor : Perdana

PENGARAHAN: Kapolres Klaten AKBP, Aries Andhi saat silaturahmi dengan masyarakat di Gedung Sunan Pandanaran.

PENGARAHAN: Kapolres Klaten AKBP, Aries Andhi saat silaturahmi dengan masyarakat di Gedung Sunan Pandanaran. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN – Jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang digelar 13 Maret mendatang, jajaran Polres Klaten menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) Khusus. Mendeteksi dini terkait pergerakan yang dapat menciptakan suasana tidak kondusif. Termasuk mencegah serangan fajar yang dilakukan para calon kepala desa dengan membagi-bagi uang kepada pemilih.

Kapolres Klaten, AKBP Aries Andhi mengungkapkan, jajarannya terus dikerahkan dalam setiap tahapan pemilihan pilkades serentak. Terutama saat ini dengan mengandalkan anggota bhabinkamtibmas yang tersebar di 270 desa pelaksana pilkades.

”Sudah dilaksanakan pendaftaran dan kini sudah masuk dalam proses verifikasi. Selama ini laporan yang masuk ke kami terkait ada demonya menentang calon kepala desa dari luar desa. Itu bukan aturan bupati, melainkan amanat undang-undang dan diperbolehkan,” kata kapolres di sela Silaturahmi dan Tatap Muka Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat di Gedung Sunan Pandanaran, Rabu (6/2).

Jajaran Polres Klaten bakal melakukan pengamanan melekat pada desa yang melaksanakan pilkades. Melakukan kerja sama dengan jajaran TNI dan Satpol PP Klaten. Guna memastikan pemilihan berjalan tanpa ada gangguan kamtibmas. Pengamanan dilakukan selama tiga hari. Mulai dari H-1, pelaksanaan, hingga H+1 pencoblosan.

Polres bakal menerjunkan 800 personel. Mendapatkan dukungan dari Polres Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, dan Surakarta. Termasuk Polda Jawa Tengah dan Brimob.

”Kami siapkan satgas antiteror untuk menciptakan kondusivitas selama berlangsungnya pilkades. Termasuk satgas antipolitik uang. Karena selama ini dikenal adanya serangan fajar sebelum pemungutan. Makanya itu perlu diantisipasi agar tidak sampai terjadi,” tandasnya.

Aries menegaskan, siap melaksanakan pengamanan sehingga gesekan antarpendukung calon kepala desa bisa diminimalkan. Bahkan dalam melasakanakan tugas pengamanan dilakukan secara profesional dengan menjunjung netralitas. Guna menyukseskan pengamanan, perlu adanya dukungan dan keterlibatan berbagai pihak.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Klaten, Albertus Usada mengungkapkan, calon kepala desa yang mengajukan permohonan surat keterangan tidak pernah menjadi terpidana. Sementara hak politiknya sedang tidak dicabut terdapat 677 orang. Diketahui dari total jumlah tersebut, 190 orang di antaranya berstatus petahana.  ”Keterlibatan PN sendiri pada tahapan pilkades memang pada persyaratan terkait dua surat keterangan itu untuk kepentingan pendaftaran,” ujarnya.

Sementara itu, pada acara Silaturahmi dan Tatap Muka Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat di Gedung Sunan Pandanaran dikuti kepala desa dan tokoh masyarakat. Mereka mendapatkan arahan secara bergantian dari Bupati Klaten Sri Mulyani, Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi, Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Eko Setyawan hingga Ketua PN Klaten Albertus Usada. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia