Rabu, 24 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Tragis, Kakek Usia 73 Tahun Jatuh Masuk Sumur

09 Februari 2019, 08: 35: 59 WIB | editor : Perdana

Tragis, Kakek Usia 73 Tahun Jatuh Masuk Sumur

BOYOLALI – Nasib tragis dialami Hadi Mujiman, Dukuh Kerten, Desa/Kecamatan Banyudono. Kakek 73 tahun itu ditemukan  tewas didalam sumur umum tak jauh dari rumahnya Jumat (8/2). 

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Diduga korban meninggal dunia karena terpeleset dan jatuh saat akan mengambil air.

Ariyanto, 40, salah satu tetangga korban menceritakan korban pergi ke sumur yang terletak sekitar 20 meter dari rumahnya sekitar pukul 13.00 WIB. Namun sekitar 1 jam kemudian, korban tak kunjung pulang.

“nah satu jam pergi dari rumah ko ga pulang-pulang. Keponakannya kemudian mencari,” ujarnya 

Sujito, 41 keponakan korban yang melakukan upaya pencarian melihat salah satu sisi sandal milik korban berada di sekitar sumur gali tersebut, namun saat itu Hadi tidak terlihat. 

Penasaran, Sujito mendekat ke sekitar sumur sedalam 8 meter itu namun tidak juga melihat korban yang sudah berusia lanjut itu. Kecurigaan Sujito semakin besar saat melihat pipa peralon yang ada didalan  sumur tersebut patah. 

Sugito sudah punya firasat buruk dengan pipa peralon yang patah itu. Apalagi, lanjutnya, Sujito juga melihat satu sandal korban mengapung di permukaan air sumur meskipun Hadi tidak terlihat. 

“Sandal satunya terapung di air dan Hadi tidak terlihat. Tetapi saat itu dia sudah curiga dan malah meyakini bahwa Hadi terjatuh ke dalamnya. Apalagi bibir sumur cukup pendek, sekitar 60 cm,” ujar Ariyanto.

Mengetahui hal itu Sujito langsung memberitahu kepada warga sekitar. Kabar kakek tenggelam pun langsung menyebar luas dimasyarakat hingga akhirnya sampai ke perangkat desa. Tak lama kemudian, perangkat desa melaporkan kejadian ini kepada Polsek Banyudono. 

“Lalu polisi dan tim SAR BPBD datang ke lokasi untuk melakukan pencarian, ternyata Hadi memang ada di dalam sumur dalam keadaan sudah meninggal dunia, kemudian langsung dilakukan upaya dievakuasi,” ujar.

Kapolsek Banyudono, AKP Akhmad Nadiri mewakili Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro menyatakan kasus ini langsung ditangani Polsek Banyudono. Korban yang sudah dilakukan visum tak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. 

“kuat dugaan korban meninggal dunia karena kecelakaan,” ujar Nadiri. Korban pun selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. (wid)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia