Senin, 18 Feb 2019
radarsolo
icon featured
Solo

66 CCTV Perkuat Tilang Elektronik

Diterapkan Rabu Pekan Depan

10 Februari 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Perdana

TIDAK BISA LAGI MENGELAK: Kasat Lantas Polresta Surakarta Kompol Imam Safii di ruang TMC. Dari tempat ini, petugas mengamati pengendara yang melanggar dan terekam kamera CCTV. 

TIDAK BISA LAGI MENGELAK: Kasat Lantas Polresta Surakarta Kompol Imam Safii di ruang TMC. Dari tempat ini, petugas mengamati pengendara yang melanggar dan terekam kamera CCTV.  (ISWARA BAGUS NOVIANTO/RADAR SOLO)

SOLO – Tidak ada petugas di lapangan, jangan dulu merasa “aman”. Sebab, Satlantas Polresta Surakarta sudah mematangkan sarana prasarana untuk menerapkan electronic traffic law enforcement (E-TLE) atau tilang elektronik.

Sistem baru yang berlaku mulai Rabu (14/2) tersebut didukung sebanyak 66 kamera closed circuit televisioan (CCTV) yang tersebar di lokasi strategis. Cara ini diharapkan bisa menurunkan tingkat pelanggaran lalu lintas.

Kanit Regident Satlantas Polresta Surakarta  AKP Suryo Wibowo menuturkan, meski para Rabu itu tilang elektronik sudah diterapkan, tapi masih dalam tahap uji coba. 

"Akan terus kita pantau bagaimana perkembangannya. Kalau ada kekurangan akan kita evaluasi dan diperbaiki," ujarnya mewakili  Kasat Lantas Polresta Surakarta Kompol Imam Safii kemarin (9/2).

Secara kasat mata, pelanggaran lalu lintas akan terekam puluhan CCTV yang dioperasikan petugas dari gedung Traffic Management Center (TMC) Satlantas Polresta Surakarta. Pelanggaran kasat mata itu antara lain melanggar rambu, markah jalan, hingga tidak menggunakan kelengkapan keselamatan berkendara.

Bagi pengendara yang tertangkap kamera melakukan pelanggaran lalu lintas, mereka akan dikirimi surat verifikasi dari satlantas lengkap dengan capture foto saat kejadian. "Kita cek nomor polisi di data Samsat. Setelah itu, surat verifikasi kita kirim melalui pos," katanya.

Setelah menerima surat tersebut, para pelanggar lalu lintas diberikan waktu selama empat hari untuk melakukan konfirmasi ke kantor Satlantas Polresta Surakarta. Tahap selanjutnya adalah mendapatkan surat tilang elektronik. 

"Jika selama batas waktu (empat hari, Red), pengendara tidak konformasi, maka nomor polisi diblokir sementara sampai melakukan konfirmasi ke pihak satlantas," tegasnya.

Pengamatan satlantas selama ini, mayoritas  pelanggaran lalu lintas kasat mata yakni melanggar markah dan rambu, menerobos traffic light, tidak mengenakan helm ber-SNI, spion hanya dipasang satu sisi atau tidak ada sama sekali. 

"Yang kerap terjadi pelanggaran di jalan pinggiran Kota Solo. Terutama jalan permukiman yang tembus dengan jalan kota, dan batas kota," ungkapnya.

Terpisah, pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menjelaskan, yang perlu diperhatikan dalam tilang elektronik tersebut adalah kualitas kamera CCTV. Itu sangat diperlukan agar dapat merekam gambar secara tajam. 

"Apabila sarana prasarana pendukung sistemnya sudah optimal, maka otomatis petugas di lapangan akan dimudahkan. Petugas tinggal fokus pada pelanggaran administrasi, seperti tidak membawa surat-surat kendaraan,” urainya.

Ditambahkannya, dengan diberlakukannya tilang elektronik ini, maka pengendara tidak lagi bisa mengelak. Sekaligus memangkas potensi pungutan liar (pungli) di lapangan.

“Tinggal bagaimana pengendara mematuhi lalu lintas seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 22/2009. Dengan tidak melanggar, berarti kita sudah sadar pentingnya keselamatan di jalan raya," tandas dia. (atn/wa

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia