Rabu, 24 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Solo
Usung Konsep Eco Green 

Hemat Listrik, Pasar Legi Tak Pakai Lift

10 Februari 2019, 12: 50: 59 WIB | editor : Perdana

SEGERA DIREVITALISASI: Bangunan Pasar Legi yang terbakar 29 Oktober 2018.

SEGERA DIREVITALISASI: Bangunan Pasar Legi yang terbakar 29 Oktober 2018. (ARYADANI ARMI SYAH PUTRA/RADAR SOLO)

SOLO – Revitalisasi Pasar Klewer Timur dan Pasar Legi sama-sama mengadopsi konsep eco green, yakni ramah lingkungan dan hemat energi. Kekhasan pasar tradisional juga tetap dipertahankan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagyo mengatakan, konsep tersebut sesuai arahan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

"Komunikasi terus kami jalin untuk melengkapi persyaratan yang masih kurang. DED (detail engineering design, Red)  yang ada sebelumnya akan ada perubahan mengikuti usulan pemerintah pusat," jelasnya, Sabtu (9/2).

Konsep ramah lingkungan dipakai untuk menciptakan pasar tradisional yang lebih terbuka dan bisa memunculkan kearifan-kearifan lokal khas pasar tradisional. 

Sedangkan hemat energi akan memaksimalkan bentuk pasar yang tidak boros dalam hal pemakaian listrik. "Kalau Pasar Klewer sisi barat ada Lift, Klewer sisir timur tidak pakai Lift, begitu juga untuk Pasar Legi," terang Subagyo.

Rencananya, setelah Pasar Klewer sisi timur rampung direvitalisasi, pedagang ditempatkan di lantai dasar, sedangkan lantai atas bisa dimanfaatkan untuk istirahat. Serupa akan diterapkan di Pasar Legi.

"Dilihat dari persentasenya, Pasar Klewer timur lebih siap karena tinggal melengkapi saja dan menunggu lelang dengan nilai anggaran pembangunannya Rp 58 Miliar. Kalau Pasar Legi, lebih banyak yang perlu disiapkan. Tapi, diupayakam dua pasar inidapat digarap 2019 ini. Tinggal menunggu keputusan dari pusat saja," paparnya.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Legi (Ikapagi) Tugiman menyatakan, para pedagang berharap, bangunan pasar tidak terlalu tinggi karena dapat merepotkan aktivitas jual beli. 

“Yang penting segera dibangangun biar pedagang ikut senang. Kalau bisa ketinggiannya bisa seperti pasar yang lama atau malah lebih baik," kata dia. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia