Rabu, 24 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Sepakat Menjaga Pemilu 2019 Aman dan Damai

10 Februari 2019, 15: 45: 59 WIB | editor : Perdana

BEDA ITU INDAH: Deklarasi JKSN pendukung Jokowi-Ma’ruf kemarin. Foto kanan, petinggi BPN Prabowo-Sandiaga Uno gelar jumpa pers.

BEDA ITU INDAH: Deklarasi JKSN pendukung Jokowi-Ma’ruf kemarin. Foto kanan, petinggi BPN Prabowo-Sandiaga Uno gelar jumpa pers. (ISWARA BAGUS NOVIANTO/RADAR SOLO)

SOLO – Masing-masing pendukung pasangan capres-cawapres unjuk gigi di Eks Karesidenan Surakarta. Meski begitu, mereka sepakat menjaga Pemilu 2019 berlangsung aman dan damai sekaligus menangkal hoax yang rawan menyebabkan perpecahan.

Pendiri jaringan kiai santri nasional (JKSN) Khofifah Indar Parawansa meminta para santri dan santriwati menjadi garda terdepan menangkal hoax.

“Jika tidak ditangkal, akan bertebaran secara liar,” ujarnya saat menghadiri deklarasi JKSN untuk Jokowi-Ma’ruf di Gor Sritex, Sabtu (9/2)

Ketua panitia deklarasi Muhammad Andika menuturkan, JKSN tidak hanya untuk kepentingan pilpres, namun akan terus menunjukkan perannya membangun bangsa. “Untuk menyikapi problematika, berbangsa dan bernegara. Hajat kita untuk menjaga keutuhan dan bangsa,” kata dia.

Sementara itu, salah seorang tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Jawa Timur K.H Asroful Anam pada Harlah ke-33 Pagar Nusa di Sragen mengatakan, ulama menginginkan Pemilu 2019 tetap berlangsung damai.

Ketua Pagar Nusa Sragen Muhammad Irfan Khumaidi mengatakan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta. ”Kita semua berdoa di sini agar pelaksanaan pemilu di Indonesia aman, sejuk, terutama di Sragen,” tandasnya.

Pada hari sebelumnya, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno mengajak para pendukungnya mempertontonkan etika Indonesia pada Pemilu 2019. Yakni beradab dan berbudaya adiluhung.

Karena itu, BPN menginstruksikan kepada jajaran internal maupun para pendukung tetap adem di tengah situasi yang makin memanas. "Intinya jangan bikin gaduh, jangan bertengkar, semua harus berjalan dengan baik," tegas Ketua BPN Pusat Djoko Santoso.

Ikut hadir dalam konferensi pers tersebut, Ferry Mursidan Baldan, Dahnil Anzar, Rachmawati Soekarnoputri, Hanafi Rais, Neno Warisman, dan mantan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo. (atn/din/ves/wa)

(rs/atn/din/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia