Jumat, 19 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Latihan Gabungan TNI dan Polri Hadapi Segala Situasi dan Kondisi

11 Februari 2019, 18: 06: 57 WIB | editor : Perdana

MATANGKAN KOORDINASI: Unsur TNI dan Polri gelar simulasi pengamanan pemilu di lapangan parkir Stadion Manahan kemarin (10/2).

MATANGKAN KOORDINASI: Unsur TNI dan Polri gelar simulasi pengamanan pemilu di lapangan parkir Stadion Manahan kemarin (10/2). (ARYADANI ARMI SYAH PUTRA/RADAR SOLO)

SOLO – Merasa sebagai partai politik (parpol) paling dominan, Partai Bayam melakukan konvoi kemenangan pemilihan presiden dan wakil presiden. Padahal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum memutuskan secara resmi hasil penghitungan suara.

Saat konvoi menggunakan sepeda motor, massa dari Partai Bayam melintas di depan posko pemenangan Partai Durian yang menjadi lawan politiknya. Sontak, simpatisan Partai Durian tersulut emosinya. Kondisinya semakin memanas ketika provokator menghasut simpatisan Partai Durian.

Massa kedua partai lalu terlibat aksi saling lempar benda keras. Anggota pengendali massa (Dalmas) Satsabhara Polresta Surakarta diterjunkan menenangkan kondisi.

Massa dari Partai Durian bisa dihalau masuk ke dalam posko. Namun, massa lain dari kubu Partai Bayam malah berdatangan dan mengepung posko Partai Durian. Polisi pun kewalahan.

Massa melempari posko Partai Durian menggunakan batu dan lainnya. Karena massa sudah semakin brutal, polisi meminta bantuan kepada anggota Kodim 0735/Surakarta. Karena situasi terus memanas, anggota Yonif Raider 408/SBH ikut dikerahkan. 

Menggandeng anggota Brimob, unsur TNI dan Polri berhasil membubarkan massa. Situasi kembali kondusif. Kejadian tersebut merupakan simulasi yang digelar Korem 074/Warastratama guna mengantisipasi kerawanan Pemilu 2019 DI lapangan parkir Stadion Manahan, Minggu (10/2).

Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV Dipenegoro Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa menuturkan,  simuasli tersebut penting untuk memberikan pemahanan terhadap kondisi yang mungkin saja terjadi di lapangan.

“Prinsipnya, kita selalu memedomani tahap-tahap dari kepolisian. Seperti bagaimana sistem pengamanannya, kapan kita turun ke lapangan, apa fungsi satuan kewilayahan, peran Babinsa, itu yang kita latihkan. Sampai kita mengantisipasi hal paling buruk bisa terjadi, yaitu kerusuhan massa,” urainya.

Sebab itu, seluruh anggota Polri maupun TNI sudah dibekali pemahaman tahapan pemilu. Mulai dari kampanye, pemungutan suara, penghitungan suara, sampai nanti penetapan calon terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum.

“Dalam melakukan tugas, kita terus berkoodinasi dan bersinergi dengan anggota kepolisian,” katanya. (atn/wa

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia