Senin, 18 Feb 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Pria Tertidur Lima Hari, Ternyata Mengalami Stroke Perdarahan di Otak

11 Februari 2019, 20: 03: 24 WIB | editor : Perdana

Pria Tertidur Lima Hari, Ternyata Mengalami Stroke Perdarahan di Otak

WONOGIRI - Santosa, 46, warga lingkungan Salak, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri Kota yang tertidur sejak Rabu (6/2) lalu telah diketahui penyakitnya. Hasil CT Scan menunjukan bahwa pasien menderita stroke pendarahan otak. Penyakit ini cukup langka bagi orang seusianya. 

Begitu mengetahui kabar jika Santosa sudah bisa diajak berkomunikasi, Kepala Seksi Rehabilitasi Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri Noer Nugrohowati dan timnya langsung menemui pasien ke RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Namun, setibanya di bangsal Dahlia yang merupakan bangsal untuk pasien penyakit jiwa, Noer dan timnya tetap belum bisa berkomunikasi maksimal dengan Santosa. 

"Bagaimana, Mas? Apa yang dirasakan? Yang sakit sebelah mana?" tanya Noer kepada Santosa yang terbaring di tempat tidur rumah sakit. 

Santosa bergeming. Dari mulutnya hanya keluar erangan. Tidak jelas apa yang dikatakan Santosa sembari menggerak-gerakkan kaki kanannya. Noer terus bertanya, mencoba berkomunikasi dengan Santosa. Tapi, hanya suara seperti orang mendengkur yang didengar. 

"Walah, turu maneh," kata Noer menahan tawa, begitu pula sejumlah petugas dinsos yang menyertainya. 

Sebelum dievakuasi dinsos, Santosa dilaporkan tidur tidak bangun sejak Rabu (6/2) Subuh. Hingga Rabu (6/2) siang, oleh pemilik rumah tempat Santosa biasa singgah sudah dicoba dibangunkan, tapi tidak bisa. 

"Saat tidur dicoba dibangunkan dengan posisi duduk, tapi nggeblak lagi. Akhirnya menghubungi kami lalu kita evakuasi ke rumah sakit," katanya. 

Sejak ditangani di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri setidaknya 3 dokter spesialis berjibaku mencari tahu penyakit Santosa. Awalnya ditangani oleh dokter penyakit dalam, diagnosa awal mengalami diare akut. Untuk diare sudah membaik, namun Santosa belum bisa berkomunikasi. 

Melihat kecenderungan tidak mau berkomunikasi itu, giliran dokter jiwa yang menangani. Oleh dokter Jiwa, pada Senin (11/2) pagi direkomendasikan untuk menjalani CT Scan. 

"Dari CTScan ini baru bisa diketahui, saya juga baru baca konsulnya pagi tadi," kata Agung Nugroho, dokter spesialis syaraf yang saat ini menangani Santosa.

Menurut Agung, Santosa mengalami stroke perdarahan otak sehingga dirinya mengalami penurunan kesadaran. Jika dilihat dari lokasinya dan tekanan darahnya, kemungkinan pecah pembuluh darah karena riwayat hipertensinya. 

Setidaknya ada 2 macam struk yakni strok perdarahan dan stroke penyumbatan. Perbandingannya di  Wonogiri lebih banyak yang penyumbatan sekitar 85 persen, sedangkan perdarahan hanya 15 persen. (kwl/ria)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia