Jumat, 26 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Dukungan Jokwi-Ma’ruf Amin Mengalir di Bumi Sukowati

18 Februari 2019, 21: 12: 52 WIB | editor : Perdana

BANIR DUKUNGAN: Bupati sepuh Sragen, Untung Wiyono saat melakukan orasi dalam dukungan di posko pemenang pasangan nomor urut 01.

BANIR DUKUNGAN: Bupati sepuh Sragen, Untung Wiyono saat melakukan orasi dalam dukungan di posko pemenang pasangan nomor urut 01. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SRAGEN – Ratusan warga Sragen Kota berkumpul di posko pemenangan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Minggu (17/2) pagi. Warga Sragen menunjukkan dukungannya pada pasangan nomor 01 tersebut. Aksi ini juga dihadiri bupati sepuh Untung Wiyono yang menegaskan bahwa Jokowi-Ma’ruf-Amin merupakan pasangan yang paling tepat untuk 5 tahun mendatang.

Sejak pagi sekitar pukul 07.00 posko relawan pemenangan Jokowi-Ma’ruf Sragen Kota yang dipusatkan di Jalan Urip Sumoharjo tersebut sudah sudah dipadati warga. Mereka menggelar senam bersama sembari menggelorakan dukungan untuk pasangan nomor urut 01. Acara itu ditutup dengan deklarasi warga yang menegaskan dukungan pada pasangan capres nomor urut 01.

Untuk mengibaratkan, memilih Jokowi sama artinya dengan menyelamatkan NKRI. ”Kita diramalkan oleh para ahli dan orang hebat, Indonesia pada tahun 2030 akan menjadi kekuatan 4 besar dunia,” tegasnya.

Untung Wiyono juga menegaskan dirinya sudah bersahabat dengan Jokowi sejak sama-sama masih menjadi pengusaha. Dia menegaskan Jokowi sangat cinta dengan Kabupaten Sragen, hal itu dibuktikan dengan dibuatnya kawasan industri di Kecamatan Kalijambe. 

”Sejak jadi wali kota Solo, lalu jadi gubernur Jakarta sampai menjadi presiden, saya dan pak Jokowi tetap bersahabat. Kenapa saya mengagumi beliau, karena beliau orang baik. Bisa dibilang beliau adalah sosok terbaik saat ini untuk menjadi kembali jadi presiden,” tandas Untung.

Untung juga cukup takut dengan maraknya gerakan saling membenci, yang bermunculan dimana-mana. Hal ini bisa merusak generasi muda. Pihaknya menjelaskan berita hoax dan fitnah yang disebarkan lewat media sosial, hanya dapat ditangkal dengan iman dan pribadi masing-masing orang. 

”Ini bahaya betul. Dalam arti kita harus memerangi untuk membentengi generasi muda dengan maraknya hoax yang bertujuan untuk menjatuhkan. Kalau kita kampanye cukup hanya adu prestasi, tidak perlu menjelek-jelekkan orang lain,” tutur Untung.

Pihaknya juga menekankan jangan sampai kelompok radikal bisa tumbuh bebas untuk memecah belah persatuan bangsa. (din/nik

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia