Kamis, 25 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Pemprov Jateng Dorong Kaum Difabel Mandiri Ekonomi

07 Maret 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Perdana

SOSIAL: Wagub Taj Yasin menyerahkan bantuan mesin jahit kepada penyandang disabilitas di Semarang, Rabu (6/3)

SOSIAL: Wagub Taj Yasin menyerahkan bantuan mesin jahit kepada penyandang disabilitas di Semarang, Rabu (6/3) (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng tidak ingin sekadar memberikan bantuan bersifat sementara kepada kaum difabel. Namun, bagaimana membuat mereka bisa mandiri secara ekonomi. 

Salah satu bentuk perhatian tersebut adalah dengan memberikan bantuan mesin jahit kepada para penyandang disabilitas. Bantuan tersebut diberikan pemprov melalui program Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng. 

Bantuan mesin jahit tersebut diberikan secara langsung oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen. Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini mengatakan, pemprov memberikan perhatian serius kepada para penyandang disabilitas. 

“Hari ini kami berikan bantuan mesin jahit yang memang dibutuhkan kawan-kawan difabel. Bantuan ini kami ambil dari Baznas, di mana sumbernya berasal dari zakat, infak dan sedekah teman-teman ASN yang bekerja di Provinsi Jateng,” kata dia Rabu (6/3).

Gus Yasin menambahkan, bantuan alat mesin jahit tersebut nantinya dapat dimanfaatkan mereka untuk memenuhi pesanan dari pihak luar. Saat ini lanjut dia, Roemah D mendapat pesanan sandal dari salah satu hotel berbintang sebagai souvenir.

“Harapannya selain sandal hotel, nantinya akan banyak produk yang dihasilkan dengan mesin jahit ini. Semoga bermanfaat dan semakin membuat kawan-kawan ini lebih produktif,” tambahnya.

Ia menerangkan, apa yang dilakukan oleh para difabel itu sangat menginspirasi. Meski memiliki keterbatasan, namun mereka tetap bekerja keras untuk berkarya. 

“Yang paling hebat, teman-teman difabel ini keinginannya tinggi. Tidak hanya pasrah dengan keterbatasan, namun terus memiliki kreasi. Kita harus memiliki motivasi tinggi untuk juga meringankan beban mereka. Mari kita bersama-sama membantu mereka agar lebih sejahtera,” tuturnya.

Pemberian bantuan mesin jahit ini berawal ketika para penyandang disabilitas di Roemah D dibuat bangga saat produk hasil kerajinannya berupa pengharum ruangan dari akar kayu wangi berbentuk Warak Ngendog dipamerkan Gubernur Ganjar Pranowo melalui media sosial pribadinya. Setelah dicari tahu, ternyata para difabel itu memiliki banyak hasil kerajinan tangan seperti kerajinan sulam, tas, batik, lukisan dan beragam pernak-pernik lainnya.

Hebatnya, produk-produk karya difabel Roemah D telah dipasarkan tidak hanya di dalam negeri, namun juga mancanegara. Kerja sama dengan sejumlah hotel berbintang pun dilakukan untuk mengakomodir produk-produk mereka.

Terbaru, para penyandang disabilitas di lokasi itu mendapat pesanan pembuatan sandal hotel dari salah satu hotel berbintang. Namun karena mesin jahitnya tidak memenuhi standar, mereka menggarap pesanan itu dengan cara manual sehingga membutuhkan waktu yang lama.

Melihat hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak tinggal diam. Gubernur Ganjar Pranowo kemudian bertindak cepat dengan memberikan bantuan berupa mesin jahit bermerk Gemsy untuk digunakan para penyandang disabilitas memproduksi pesanan sandal hotel itu. 

“Kami mengucapkan banyak terima kasih sekali kepada Pak Gubernur Ganjar Pranowo, Pak Wakil Gubernur Taj Yasin beserta seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jateng atas sedekahnya memberikan mesin jahit ini,” kata Hidayah Ratna Febriani atau biasa disapa Mbak Ida, seorang penyandang disabilitas di Rumah Difabel Jalan MT Haryono Semarang. 

Ida mengatakan, selama ini pihaknya mendapat pesanan sandal dari hotel berbintang. Karena tidak memiliki mesin, proses pembuatan dilakukan secara manual. “Saat hotel meminta alasnya lebih tebal, kami kesulitan sekali. Kalau sekarang dengan mesin ini pengerjaannya bisa otomatis dan lebih cepat. Kalau biasanya sehari maksimal lima pasang, dengan mesin ini bisa 30 pasang perhari,” terangnya tersenyum. (lhr/bun)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia