Jumat, 26 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Pemprov Siapkan Solusi Jangka Panjang

08 Maret 2019, 10: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jateng Sri Puryono

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jateng Sri Puryono

BENCANA banjir mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng). Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jateng Sri Puryono sempat meninjau Kantor Kecamatan Cawas yang terendam banjir. Termasuk menggelar koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Klaten terkait penanganan banjir yang terjadi setiap tahun ini.

“Bencana banjir yang terjadi di empat kecamatan, mulai Cawas, Bayat, Wedi dan Trucuk menjadi perhatian betul Pemprov Jateng. Saya hadir di sini ditugasi bapak gubernur untuk mengambil langkah cepat penanganan. Termasuk menyiapkan logistik jika terdapat kekurangan,” jelas Sri Puryono usai koordinasi, Kamis (7/3).

Sri Puryono mengatakan perlunya penanganan jangka panjang antarprovinsi terhadap banjir yang terjadi setiap tahun ini. Mengingat banjir yang terjadi di empat kecamatan ini juga merupakan kiriman dari Kabupaten Gunungkidul. Maka dari itu perlunya penanganan terpadu pada bagian hulunya terlebih dahulu.

Jika tidak ada penanganan di bagian hulu Sungai Dengkeng, maka banjir akan terjadi setiap tahunnya. Maka dari itu pihaknya berencana untuk menjalin kerja sama lintas provinsi terkait banjir di Kabupaten Klaten. Tentunya perlu direalisasikan dengan segera melakukan langkah-langkah yang tepat.

“Mulai dari melakukan normalisasi sungai hingga memperbaiki tanggulnya pula. Sedangkan di bagian hulunya perlu diperbanyak lagi terkait daerah resapan airnya. Termasuk perlunya membangun dam sehingga dapat mengendalikan air tidak langsung mengarah ke sini (Klaten),” jelasnya.

Ia mengatakan, jika perlunya penanganan jangka panjang dan komprehensif sehingga luapan Sungai Dengkeng tidak terus terjadi lagi setiap tahunnya. Terlebih lagi dampak yang ditimbulkan cukup luas terutama mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Termasuk munculnya berbagai penyakit yang ditimbulkan dari banjir.

“Kemungkinan timbulnya penyakit diare dan leptospirosis akibat dari tikus. Saya minta masyarakat tetap tenang. Pemerintah berusaha hadir di tengah-tengah bencana yang dialami masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan pihaknya sudah memantau lokasi banjir di sejumlah titik. BPBD Klaten dan para relawan juga terus siaga setiap kali hujan deras datang karena kemungkinan Sungai Dengkeng meluap lagi bisa saja terjadi.

“Harapannya tidak banjir lagi. Tetapi setelah nantinya surut perlu ada penanganan pada tanggul sungai. Saya sudah meminta bantuan langsung ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Apalagi kemarin sudah cek ke lokasi,” jelasnya.

Pihaknya terus memperbarui data terkait dampak yang ditimbulkan dari banjir dan longsor karena hujan yang terus menerus sejak Rabu (6/3) sore. Pihaknya pun menyiagakan tim matur dokter untuk melayani masyarakat jika ada keluhan kesehatan pasca terjadi banjir. (ren/bun)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia