Jumat, 26 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Ganjar Pranowo Ajak Anak-Anak Konsumsi Buah

11 Maret 2019, 10: 30: 59 WIB | editor : Perdana

INTERAKSI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyapa anak-anak di Festival Buah di Magelang, Minggu (10/3).

INTERAKSI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyapa anak-anak di Festival Buah di Magelang, Minggu (10/3). (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

MAGELANG – Kampanye mengonsumsi buah dan sayuran terus digalakkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng). Terutama kepada anak-anak sejak usia dini. Karena itu peran orang tua dan sekolah diharapkan bisa lebih optimal terlibat langsung.   

Salah satu cara pemprov mengajak anak-anak mengonsumsi buah dan sayuran ini dengan menggelar Festival Buah Jawa Tengah di Candi Borobudur selama dua hari, mulai Sabtu (9/3) hingga Minggu (10/3). Dalam festival ini ditampilkan sejumlah buah lokal Jateng. Masyarakat bisa memilih dan bertransaksi langsung di lokasi tersebut. 

Hasilnya memang sangat fantastis. Selama dua hari event tersebut, tercatat transaksi tembus Rp 210 juta. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berharap dengan keragaman buah lokal tersebut akan memancing anak-anak untuk suka mengonsumsinya. 

“Tadi saya ngobrol sama anak-anak ternyata mereka juga sangat suka. Kalau kita bisa memberikan sayur dan buah, kelak mereka jadi anak yang sehat dan cerdas,” katanya kemarin (10/3). 

Ganjar mengatakan, mengajak masyarakat untuk mengonsumsi makanan sehat, bukan berarti tanpa tantangan. Karena saat ini marak beredar makanan siap saji. Karena itu, Ganjar berharap peran orang tua dan sekolah bisa menjadi garda terdepan dalam memberikan pelajaran kepada anak-anaknya untuk mengonsumsi makanan sehat. 

“Kalau terbiasa mengenalkan makan sayur dan buah sejak anak-anak, maka dia akan terbiasa. Problemnya kita akan berkompetisi dengan makanan siap saji. Makanya orang tua dan sekolah harus berperan. Sementara pemerintah mendorong lewat semacam festival ini,” katanya. 

Terlebih saat ini konsumsi sayur masyarakat Jawa Tengah hanya 35 kg di bawah ambang batas internasional sebanyak 75 kg per tahun per kapita. Dengan pengenalan manfaat buah dan sayur, Ganjar memiliki cita-cita satu desa di Jawa Tengah memiliki satu jenis buah unggulan. 

“Ini juga akan jadi kompetisi dan merangsang one village one product,  khususnya dalam buah-buahan sehingga setiap desa akan memunculkan buah apa yang menarik dan kita akan semakin kaya dan berorientasi ekspor,” katanya. 

Pada kesempatan kemarin, Ganjar juga sempat berinteraksi dengan beberapa siswa yang hadir dalam festival tersebut. Ganjar menanyakan buah dan sayur apa yang jadi favorit anak-anak itu. Satu persatu mereka menjawab dan mendeskripsikan rasanya. 

Anak-anak pun menyebut buah kesukaannya masing-masing, mulai dari manggis, pepaya, jeruk, apel sampai buah naga. Salah satu yang menarik perhatian adalah Febi. Bocah enam tahun ini sempat menyebut buah favoritnya adalah buah naga. “Manis-manis asam,” katanya saat ditanya Ganjar rasa buah tersebut. 

Begitu ditanya tentang sayur favoritnya, Febi menjawab selada dan bayam sebagai sayur paling dia suka. Setelah menyebut dua sayuran itu, Ganjar dan hadirin dibuat tertawa terpingkal. Pasalnya, Febi menyebut salah satu dedaunan yang biasa dijadikan bumbu pelengkap sebagai sayuran favoritnya. “Itu aku juga suka daun pandan,” kata Febi.

Belum habis tawa para hadirin, Ganjar melanjutkan pertanyaannya, “Lha kamu juga suka oseng-oseng daun jati?” kata Ganjar yang juga masih tertawa. 

“Iya suka,” kata Febi yang membuat semua hadirin semakin terpingkal dan diberi penjelasan Ganjar bahwa daun jati tidak enak dimakan. (lhr/bun)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia