Kamis, 21 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Jadi Dosen Tamu Gantikan Menteri Keuangan

13 Maret 2019, 14: 20: 59 WIB | editor : Perdana

PERCAYA DIRI: Tristania Faisa Adam, murid SMAN 4 Surakarta yang berkesempatan menjadi menteri keuangan sehari.

PERCAYA DIRI: Tristania Faisa Adam, murid SMAN 4 Surakarta yang berkesempatan menjadi menteri keuangan sehari. (A.CHRISTIAN/RADAR SOLO)

SOLO – Murid SMAN 4 Surakarta Tristania Faisa Adam mendapatkan kesempatan istimewa. Merasakan sibuknya menjadi menteri keuangan. Seperti memimpin rapat, menjadi dosen tamu, dan sebagainya. Pengalaman itu bakal tak terlupakan selama hidupnya.

Murid kelas X IPA ini bertemu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Rabu (6/3). Itu setelah dirinya menyisihkan sebanyak 611 peserta program Girl Take Over yang digagas Kementerian Keuangan.

“Karena temanya Hari Perempuan Dunia, saya membuat program kesetaraan gender di Kementerian Keuangan. Ada beberapa fasilitas penunjang yang aku ajukan. Seperti ruang untuk ibu menyusui dan untuk ibu hamil. Kemudian ada ruang khusus untuk perokok sehingga tidak muncul perokok pasif,” beber dia kemarin (12/3).

Ada satu kalimat dari Sri Mulyani yang diingat Tania-sapaan akrab-Tristania. Yakni, banyak orang menginginkan posisi menteri keuangan. Jadi, Sri Mulyani meminta Tania memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya.

“Bukan untuk menjadi terkenal. Tapi, bisa bermafaat bagi orang lain dan lingkungan,” katanya.

Sehari menjadi menteri keuangan membuat Tania gugup. Terutama saat mendapat tugas ikut rapat pimpinan di lingkup eselon satu. “Waktu itu sempat dibilang sama Ibu Sri Mulyani, seorang menteri harus tegas. Kalau membuat kebijakan saja kita ragu, bagaimana bisa menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Rapat selama beberapa jam itu berjalan lancar. Karena itu, Sri Mulyani kemudian meninggalkan Tania untuk ikut rapat kabinet di Istana Negara bersama Presiden Jokowi.

Tak kalah menegangkan ketika Tania menjadi dosen tamu di Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akutansi Negara (PKN STAN). Berlanjut meninjau proyek mass rapid transit (MRT) Jakarta bersama Sri Mulyani.

“Ternyata menjadi menteri itu tidak mudah. Kegiatannya sangat padat. Padahal baru sehari. Apalagi beliau (Sri Mulyani, Red). Tapi, rasa capek tidak pernah terlihat dari ibu,” ucapnya. 

Pengalaman tersebut akan dijadikan Tania sebagai penyemangat meraih cita-cita meskipun tinggal terpisah dengan orang tuanya di Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan. “Memang saya sendiri yang pengen sekolah di Solo. Ingin mandiri dan tidak tergantung,” kata dia. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia