Kamis, 21 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Penambang Manual Tewas Terkena Longsor

13 Maret 2019, 19: 34: 09 WIB | editor : Perdana

LAMA: Proses evakuasi penambang manual yang tewas tertimbun longsor Kali Woro, Selasa (12/3).

LAMA: Proses evakuasi penambang manual yang tewas tertimbun longsor Kali Woro, Selasa (12/3).

KLATEN – Nasib naas menimpa seorang penambang manual, Slamet Setyo Utomo, 55. Warga Desa Kendalsari, Kecamatan Kemalang ini meregang nyawa, Selasa pagi (12/3). Tertimpa longsoran tebing Kali Woro di Desa Panggang, Kecamatan Kemalang sekitar pukul 06.30 WIB.

Peristiwa berawal saat korban beserta keponakannya, Sartini dan dua penambang lainnya, Wardi, 60, serta Sukini, 54, berangkat ke lokasi penambangan. Setiba di Kali Woro, korban bersama Wardi melakukan aktivitas penambangan.

”Keponakannya yakni Sartini dan Sukini meninggalkan TKP untuk mencari armada truk di Desa Kendalsari. Tiba-tiba ada suara gemuruh tebing longsor yang langsung menimpa korban. Tubuh korban tidak kelihatan karena tertimbun material longsor sekitar 5 kubik,” jelas Kapolsek Kemalang, Iptu Edy Prasetyo kepada Jawa Pos Radar Solo.

Diketahui korban menambang di bawang tebing setinggi 8 meter. Dari keterangan saksi, lokasi kejadian malam harinya sempat diguyur hujan. Diperkirakan membuat tanah di tebing menjadi labil.

Evakuasi tubuh korban sempat terkendala peralatan. Korban baru bisa dievakuasi setelah didatangkan alat berat. ”Proses evakuasi membutuhkan waktu hingga sekitar satu jam dengan bantuan alat berat. Sebelumnya evakuasi secara manual, korban tak kunjung ditemukan,” beber Edy.

Setelah jasad korban berhasil dievakuasi, langsung diperiksa petugas medis Puskesmas Kemalang. Hasil pemeriksaan diketahui korban mengalami luka sobek di dahi kiri. Di hidung dan telinga korban juga mengeluarkan darah. Serta luka memar di kelopak mata kanan.

 ”Korban tewas di lokasi kejadian karena tertimbun material longsor. Gara-gara terlalu lama tertimbun menyebabkan nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Usai pemeriksaan, langsung kami serahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” tersang Edy.

Jajaran Polsek Kemalang terus memantau aktivitas penambangan manual di Kali Woro. Mengimbau agar mereka lebih berhati-hati saat beraktivitas. Tetap memperhatikan lingkungan di sekitar lokasi penambangan. Karena memasuki musim penghujan membuat tanah labil.

Tahun ini, baru kali ini penambang manual tewas tertimbun longsor di Kali Woro. Peristiwa serupa terakhir kali terjadi medio Desember 2018. Korbannya Pardi, 45, warga Dusun Ngemplak, Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang. Tewas saat mencari batu di Kali Krasak. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia