Kamis, 21 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Coach AY: Soal Akusisi Perseru, Ada Untung dan Rugi

13 Maret 2019, 21: 35: 45 WIB | editor : Perdana

Coach AY: Soal Akusisi Perseru, Ada Untung dan Rugi

SOLO – Perseru Serui dikabarkan akan pindah home base ke Lampung, dan akan berganti nama. Tim ini diwacanakan siap diakusisi sahamnya oleh salah seorang pengusaha asal Lampung.

Kabar ini memang menjadi buah bibir para pecinta sepakbola Indonesia. Banyak pihak jelas berharap nasib Perseru tidak seperti Persiram Rajaampat, yang tenggelam namanya usai diakusisi PS TNI.

”Ini masih jadi sebuah misteri. Ada yang bilang katanya bakalan ganti nama jadi Lampung United, tapi ternyata ada juga nama lain yang sebelumnya muncul. Saya tanya ke internal (Perseru), itu katanya kabarnya malah bohong. Mereka meyakini Perseru tetap akan bermain di Liga 1, dan tetap berkandang di Papua,” terang mantan pelatih Perseru musim 2017, Agus Yuwono (AY) kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Awalnya Perseru memang dikabarkan akan diakusisi klub Liga 3 Lampung Sakti, dan nama Lampung Sakti-lah yang akan berada di kasta tertinggi. Tapi belakangan nama Lampung United yang kabarnya baru saja terbentuk juga dikait-kaitkan akan membeli saham Perseru. Walaupun nyatanya bos klub tersebut membantah kabar tersebut. Mereka menegaskan Lampung United dibentuk untuk bisa terjun di Liga 3 musim ini.

Agus Yuwono yang kini menukangi Persis Solo tersebut menjelaskan bahwa dirinya mendengar ada kabar, ada dualisme dalam mengelola tim ini.

”Kepastiannya seperti apa, tentu internal manajemen yang sekarang yang lebih tahu. Kalau dari saya mungkin hanya bisa memantau perkembangan yang ada saja. Kalau benar diakusisi dan ganti nama, tentu kasihan juga masyarakat lokalnya,” ucapnya.

Perseru memang dikabarkan akan dijual, karena kesulitan pendanaan. Walaupun nyatanya tim ini bisa merekrut pemain asing, dan terjun di ajang Piala Presiden saat ini. Dua mantan pemain Persis juga tercatat bergabung dengan tim ini, yakni Abanda Rahman dan Restu Gunawan.

”Kalaupun pindah ke Lampung, tentu pihak Lampung-nya juga pasti mendapat keuntungan. Soalnya produk lokal mereka tentu akan terpantau kualitasnya. Dulu Lampung pernah punya klub besar di Liga Indonesia, namun beberapa tahun terakhir nama klub dari Kota Lampung meredup. Soal keputusan ini tentu ada yang dirugikan dan pasti ada yang diuntungkan,” terangnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia