Kamis, 25 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Sistem Eror, PKH Double Kredit

Kelebihan Penyaluran hingga Rp 621 Juta

19 Maret 2019, 22: 11: 12 WIB | editor : Perdana

Sistem Eror, PKH Double Kredit

SOLO – Penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2018 mengalami kelebihan. Bantuan yang disalurkan BNI misalnya. Penyaluran kepada agen Elektronik Warung Gotong Royong (e-Warong) di kawasan Kota Solo dan sekitarnya mengalami kelebihan hingga ratusan juta rupiah.

Petugas Unit Asisten Branchess Banking BNI, Egladias mengatakan, pada 2018 memang terjadi kelebihan kredit yang kami salurkan kepada agen e-Warong. Beruntung tahun ini sudah bisa diselesaikan. Meski tidak menyebut secara detail jumlah nominal yang harusnya disalurkan kepada penerima PKH. Total kelebihan kredit yang terjadi di 160 agen e-Warong sepanjang 2018 mencapai Rp 621 juta.

”Kelebihan kredit sudah terjadi di Agustus 2018. Namun, nominal yang paling banyak di November dan Desember 2018 kemarin. Untuk masing-masing e-Warong berbeda-beda. Ada Rp 5-10 juta dan ada juga yang kurang dari itu,” jelas Egladias kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (18/3).

Ditambahkan Egladias, kelebihan yang terjadi dianggap kesalahan sistem BNI pusat. Data yang seharusnya ter-input satu kali pada saat transaksi di mesin elektronic data capture (EDC) menjadi dua kali atau double kredit. Saat ini, masalahtersebut sudah diselesaikan. Melalui pemberian sosialisasi dan pemahaman kepada agen. Sehingga agen yang mengalami double kredit bisa mengembalikannya.

Sementara itu, Pemimpin BNI Cabang Slamet Riyadi Solo, Fakhrul Razi membenarkan jika permasalahan tersebut sudah diselesaikan. Tidak ada masalah berarti yang menyebabkan pemogokkan antara agen dan BNI. Sosialisasi terus dilakukan agar para agen semakin paham.

Dengan langkah yang dilakukan BNI, Fakhrul mengaku semua pihak sudah dapat menerima secara terbuka. Dubuktikan dengan tidak adanya komplain. Semua agen siap mengembalikan kelebihan tersebut.

”Kami langsung berkoordinasi dengan para pendamping PKH dan Dinsos (Dinas Sosial) terkait. Sekarang sudah dilakukan sosialisasi kepada para agen e-Warong. Untuk penyelesaian selanjutnya dilakukan BNI pusat. Karena program ini kan dari pusat,” tandasnya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia