Minggu, 21 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Jenazah Terduga Teroris Klaten Tak Dibawa Pulang, Takut Ditolak Warga

20 Maret 2019, 21: 26: 08 WIB | editor : Perdana

Suasana rumah orang tua YSR di Joton, Jogonalan tampak sepi pada Rabu (20/3)

Suasana rumah orang tua YSR di Joton, Jogonalan tampak sepi pada Rabu (20/3)

KLATEN – Ada alasan khusus mengapa jenazah perempuan terduga teroris asal Klaten YSR, 38, yang meninggal setelah ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror pekan lalu itu tak dibawa pulang ke kampung halaman. Sang suami khawatir jenazah istrinya akan ditolak masyarakat Desa Joton, Kecamatan Jogonalan.

Ketua RW II Desa Joton Mujiono mengungkapkan, jenazah YSR dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta pada Selasa (19/3) siang. Pemakaman juga disaksikan tokoh dan warga Tangerang. ”YSR memang kelahiran Klaten, tapi setelah lulus dia kan ke kerja di Tangerang. Kemudian, pindah domisili di sana mengikuti suaminya,” tutur Mujiono Rabu (20/3).

Mengapa jenazah YSR tak dibawa pulang ke kampung halamnnya di Klaten? Diakui Mujiono, dia juga sempat menanyakan hal itu kepada suami YSR.  Ternyata, sang suami khawatir akan ada penolakan dari warga karena istrinya sudah terlanjur mendapat cap terduga teroris. 

Tetapi Mujiono membantah kekhawatiran suami YSR. Dia memastikan jika warga di desanya sebenarnya tidak mempermasalahkan hal tersebut.

”Selain itu, pilihan dimakamkan di TPU Tanah Kusir karena lebih dekat juga dari keluarga di sana. Apalagi jika suami dan anak-anaknya ingin berziarah juga dari tempat tinggalnya tidak terlalu jauh,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, terduga teroris YSR ditangkap Densus 88 Antiteror di rumah orang tuanya di Desa Joton, Kecamatan Jogonalan, Klaten pada Kamis (14/3). Dua hari pascapenangkapan, sakit lambung YSR kambuh dan dilarikan ke RS Kramat Jati.  YSR akhirnya meninggal pada Selasa (19/3) lantaran sakit lambung akut. Keluarga maupun ketua RT Mujiono sempat melihat jenazah YSR di RS. (ren/ria)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia