Kamis, 25 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Bisnis Model Baru dalam Industri Hotel

21 Maret 2019, 16: 24: 49 WIB | editor : Perdana

SUPPORT: Sejumlah awak media dan tamu undangan berfoto bersama usai peluncuran buku baru Winning Competition di Swiss-Belinn Saripetojo.

SUPPORT: Sejumlah awak media dan tamu undangan berfoto bersama usai peluncuran buku baru Winning Competition di Swiss-Belinn Saripetojo. (EDY WIDODO/RADAR SOLO)

SOLO – Kompetisi dunia bisnis saat ini seperti medan pertempuran. Era kecanggihan dan supercepatnya teknologi informasi dan dunia maya akan mendisrupsi pengelolaan bisnis model lama yang bertopang pada kekuatan modal. Zona bisnis perhotelan mau tak mau terseret dalam derasnya arus perubahan tersebut.

Bila pemain di bisnis ini enggan untuk segera berubah, mereka akan ditinggalkan. “Design landscape bisnis perhotelan di Indonesia dituntut terus berakselerasi sebanding lurus dengan laju gelombang perubahan yang tanpa jeda. Menghadapi arus kemajuan teknologi maupun perubahan signifikan perilaku customer dibutuhkan respons cepat. Sekaligus berpadu dengan inovasi bernilai unik dan unggul untuk menjawab kebutuhan konsumen,” papar Master Hotel Indonesia Dicky Sumarsono di sela launching buku barunya Winning Competition di Hotel Swiss-Belinn Saripetojo Solo, Rabu (20/3).

Saat ini, model bisnis baru yang diciptakan oleh perusahaan-perusahaan termasuk hotel, telah mulai bermunculan. Ekonomi digital telah memunculkan era eksklusif menjadi inklusif. Kalau sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh kalangan tertentu yang punya modal besar dengan model bisnis digital, kini semua orang bisa mengiklankan usaha dengan modal kreativitas.

Transformasi digital dalam industri perhotelan bukan merupakan pilihan. Tapi, keharusan yang dapat membantu industri menjadi lebih kompetitif di era digital yang bermanfaat untuk mencapai operation excellence dan business excellence.

“Dalam buku ini dijelaskan beberapa keluhan atau derita konsumen yang sering muncul. Seperti harga yang kurang terjangkau, terlalu lama menunggu, dan pilihan terbatas, tapi harus tetap dibayar. Untuk memenuhi kebutuhan customer, perlu dilakukan pengamatan empiris. Tujuannya untuk memperoleh value preposition guna memecahkan masalah pelanggan bahkan memuaskannya,” jelas Dicky yang juga penulis buku Winning Competition.

Di sisi lain, para penggiat di bisnis perhotelan harus berani untuk bisa tak hanya menghadapi suasana pasar, melainkan menciptakan tren market sendiri. Di situlah mereka akan bisa bertahan dan mengantongi profit yang berkelanjutan.

Valuasi sebuah hotel kini tak lagi didasarkan pada apa yang dijual oleh hotel tersebut. Valuasi baru kini juga mengulurkan prospek yang tampak pada keberadaan hotel tersebut dalam membangun tekologi yang disebut sebagai pasar.

Jadi, model bisnis dan prospek bisnis hotel serta profesionalisme SDM yang ada di dalamnya dituntut selalu melakukan up skills. Itulah yang akan dinilai menjadi tinggi.

Lantas bagaimana harus bersikap untuk mengatasinya? Jika harus berubah bagaimana caranya? Apa strateginya? Bagaimana pengelolaan cash flow-nya? Bagaimana aplikasi manajemennya? Belum lagi bagaimana bisa bertahan di tengah ketatnya persaingan? Guna menjawab bergerbong-gerbong pertanyaan tersebut, buku inilah rujukannya.

Dua buku Best Seller yang ditulis sebelumnya berjudul Dahsyatnya Bisnis Hotel di Indonesia dan Luar Biasa Bisnis Restoran di Indonesia sangat menginspirasi dan sukses jadi referensi.

Mempublikasikan buku yang sekarang dengan judul besar ‘Winning Competition’. Starting point-nya pada bisnis model sebagai cara dan strategi baru untuk menciptakan profit yang optimal dan berkelanjutan. Judul buku ini bisa dibilang seri kelanjutan dari buku sebelumnya yang berlabel ‘Dahsyatnya Bisnis Hotel di Indonesia.

“Saya menawarkan jawaban jitu bagi dunia bisnis perhotelan dalam menghadapi iklim perubahan. Karena  dalam dunia bisnis sudah jelas bahwa adanya perubahan tak bisa ditolak. Semoga buku Winning Competition ini bermanfaat dan bisa menjadi rujukan dalam mengelola bisnis Anda,” tegasnya.

Buku ini dapat menjadi sumber referensi bagi mereka yang berada di posisi start-up atau merintis maupun yang sudah lama eksis di bisnis perhotelan. Seperti para CEO Hotel, direktur hotel, general manager hotel, department head hotel dan para hotelier. (adv/edy)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia