Kamis, 25 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Guru Lintas Provinsi Ikuti Pelatihan Menulis

25 Maret 2019, 23: 49: 47 WIB | editor : Perdana

EKSPLORE IDE: Peserta pelatihan menyimak materi dari Pimred Jawa Pos Radar Solo M Shidiq di Wonogiri. 

EKSPLORE IDE: Peserta pelatihan menyimak materi dari Pimred Jawa Pos Radar Solo M Shidiq di Wonogiri.  (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

WONOGIRI - Para pendidik dari Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Jogjakarta antusias mengikuti pelatihan menulis artikel populer di media massa. Acara yang digelar Jawa Pos Radar Solo bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Wonogiri ini menghadirkan pembicara berkompeten dari praktisi media maupun dinas terkait.

Kepala Disdikbud Wonogiri Siswanto yang menjadi pemateri pertama mengatakan bahwa menulis adalah praktik, bukan hanya sekedar teori. Sehingga, para peserta diharapkan sepulang dari acara tersebut bisa menghasilkan karya tulis, baik artikel, jurnal atau karya tulis lainnya. 

“Saya harap teman-teman pulang tidak hanya membawa pulang teori. Jadi pulanglah membawa pengalaman, pengalaman menulis,” kata Siswanto, kemarin. 

Pemateri lainnya, Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMP Dispendik Wonogiri Tarmo menjelaskan soal program PKB dan Persiapan PAK. Dia menekankan bahwa penulisan artikel populer di media massa merupakan salah satu poin bagi guru untuk peningkatan angka kredit. Hanya saja, selama ini para guru belum tahu caranya. 

“Untuk naik pangkat tidak hanya dari penelitian tindakan kelas saja, pada dasarnya banyak cara yang bisa dilakukan. Ada banyak cara, Salah satunya penulisan artikel,” kata Tarmo di hadapan para peserta pelatihan menulis.

Dalam materinya Tarmo memberikan wacana bahwa melalui satu kali penelitian tindakan kelas bisa dibuat beberapa macam output. Hasil PTK bisa diterbitkan menjadi jurnal, bisa dijadikan bahan kajian dalam forum ilmiah, bisa diterbitkan menjadi buku dan bisa juga menjadi artikel populer. 

“Dari satu PTK kalau dijadikan beberapa macam karya sudah mendapatkan banyak poin,” katanya. 

Sementara, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Solo Muhammad Shidiq kepada para peserta menjelaskan bagaimana menggali ide untuk memulai menulis artikel hingga tips agar bisa dimuat di media massa. “Mulai dari mana? Dari kompetensi pribadi,” ujar Shidiq.

Shidiq menjelaskan beberapa macam artikel. Di antaranya yang bersifat kronologi, perbandingan, problem solving dan pemikiran. Artikel yang bersifat kronologi seperti berita-berita di media massa. Sedangkan perbandingan, yakni artikel yang membandingan berbagai teori dari para ahli. 

Sedangkan artikel problem solving berisi tentang bagaimana mengatasi satu masalah menurut para ahli-ahli yang berkompenten. Lalu artikel yang bersifat pemikiran lebih banyak mengekplore ide dan gagasan mengenai suatu masalah serta diakhiri dengan adanya rekomendasi kepada para pihak terkait.  “Biasanya artikel populer dari guru yakni yang jenis problem solving dan pemikiran,” kata Shidiq. 

Shidiq juga menjelaskan soal tips-tips menulis artikel agar dimuat di media massa. Para peserta pun menyimak dengan baik. Nantinya artikel para peserta ini akan diterbitkan di Jawa Pos Radar Solo. Peserta juga diberikan keterangan tanda terbit, sertifikat yang ditandatangani oleh kepala Disdikbud Wonogiri. (kwl/bun)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia