Sabtu, 20 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Features

Di Balik Pebuatan Album Perdana Tri Agus Bayuseno

26 Maret 2019, 13: 52: 53 WIB | editor : Perdana

PEDULI BUDAYA: Tri Agus Bayuseno saat launching album perdananya akhir pekan.

PEDULI BUDAYA: Tri Agus Bayuseno saat launching album perdananya akhir pekan. (BOY ROHMANTO/RADAR SOLO)

Di balik kesibukan sebagai pengusaha dan politisi, ternyata Tri Agus Bayuseno  (TAB) masih menyempatkan berkarya di bidang seni musik. Album perdana campursari dan pop dangdut  Ratplus telah diluncurkan. Berikut sisi lain dibalik pembuatan album tersebut?

BOY ROHMANTO, Sragen 

BERTEMPAT disalah satu hotel berbintang di Solo, launching album perdana campurari Ratplus karya Tri Agus Bayuseno dihadiri seratusan tamu  undangan. Selain rekan bisnis TAB, acara tersebut juga dihadiri seniman di eks Karesidenan Surakarta, termasuk penyanyi keroncong ternama Waljinah.

Tri Agus Bayuseno atau akrab disapa TAB memang hobi menyanyi sejak masih kecil. Namun baru kali ini meluncurkan album campursari. Dalam karya perdananya dia duet dengan penyanyi campursari Nilamsari.  Ada 12 lagu yang terdapat dalam album tersebut, diantaranya ojo cemburu, kangen rindu dan pak tani.

“Awal ide membuat album ketika saya melihat ada pengamen  yang bernyanyi di warung bakso. Dari situ saya menyumbangan satu lagi dan ternyata  saat saya pentas ternyata ada  pencipta lagu yang melihat saya,” ujarnya.

Dari situlah akhirnya muncul ide untuk membuat album campursari dan pop dangdut. Sebagian besar dari lagu dalam album tersebut lagu baru. Namun ada lagi karya Didi Kempot Lungiting  Asmoro yang dia nyanyikan. 

Dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk menyelesaikan album tersebut. Berbagai kesibukan dalam mengurus bisnis dan kesibukan di partai, membuat pria yang maju caleg DPR RI dari Hanura ini harus mencari waktu yang longgar.

“Biasanya kalau kebetulan tidak ada jadwal padat saya sempatkan untuk rekaman. Kebetulan memang ada teman yang memiliki studio, jadi kami juga dimudahkan,” ujar dia.

TAB mengakui album yang baru saja diluncurkan masih belum sempurna. Karena masih awal dan tahap belajar, sehingga wajar jika masih ada kekurangan dalam proses pembuatanya. Jika ada kesempatan untuk membuat album berikutnya TAB yakin hasilnya akan lebih baik. 

Keterbatasan waktu disela kesibukan mengurus bisnis membuat TAB harus mampu mencari waktu untuk rekaman atau syuting video klip. Belum lagi kesibukan yang dimiliki kru yang terlibat dalam proses pembuatan album. (*)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia