Minggu, 21 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Pemdes Kembangkan Terapi Air di Umbul Gedaren

13 April 2019, 20: 48: 28 WIB | editor : Perdana

JERNIH DAN ALAMI: Seorang pengunjung tampak berenang di Umbul Gedaren, Jatinom.

JERNIH DAN ALAMI: Seorang pengunjung tampak berenang di Umbul Gedaren, Jatinom. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN –  Umbul di Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom bisa jadi destinasi wisata alternatif. Meski ramai pengunjung, namun belum ditarik retribusi. Biasanya, pengunjung datang untuk melakukan terapi kesehatan dengan cara kungkum di umbul.

Kepala Desa Gedaren Sri Waluyo menjelaskan, pihaknya sedang berupaya mengembangkan wisata terapi di umbul. Saat ini masih dalam proses pembangunan. Letaknya tidak jauh dari umbul.

”Setiap pagi sejak Subuh, umbul sudah dipenuhi pengunjung. Terutama yang hendak terapi. Jumlahnya puluhan orang. Biasanya terapai penyakit stroke dan saraf. Pengunjung sementara ini hanya ditarik biaya parkir oleh warga setempat,” kata Sri Waluyo saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di ruang kerjanya, kemarin (12/4).

Tidak serta-merta mengelola umbul dikelola secara komersial. Mengingat umbul juga masih dimanfaatkan warga sekitar untuk aktivitas sehari-hari. Pemerintah desa memilih mengembangkan kolam terapi yang saat ini dalam proses pembangunan. Anggarannya berasal dari dana desa sebesar Rp 477 juta.

”Pengunjung yang datang tidak hanya dari Klaten saja. Tetapi juga dari Boyolali dan daerah lainnya. Saat pagi digunakan untuk terapi, malamnya untuk tirakat pada hari tertentu. Inilah yang membuat kami kami tertarik mengembangkannya,” papar Sri.

Kolam baru yang dikembangkan seluas 13 x 20 meter. Sayangnya, belum diketahui kapan kolam tersebut selesai dibangun. Harapannya bisa menjadi landmark wisata air di Desa Gedaren. ”Pengembangan kolam terapi ini bagian dari inovasi desa. Harapannya bisa memberdayakan masyarakat melalui kehadiran kuliner di sekitar umbul. Termasuk mendongkrak pendapatan asli desa (PADes),” urainya.

PADes Gedaren setiap tahunnya mencapai Rp 53 juta. Dari hasil sewa tanah kas desa. Jika nantinya kolam terapi sudah beroperasi, diharapkan maka bisa meningkatkan pendapatan desa.

Sekretaris Desa (Sekdes) Gedaren Ferry Ratnasary menambahkan, umbul hanya digunakan untuk pengairan. Nantinya bakal dioptimalkan sebagai wisata terapi. ”Setiap tahunnya di sekitar umbul digelar acara budaya. Sedangkan kolam terapinya masih dalam proses pembangunan,” bebernya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia