Sterilisasi pertama dilakukan di Gereja Katholik HTB SP Maria, Jalan Merbabu, kemarin (23/12). Dalam kegiatan itu, sejumlah personel bersenjata lengkap dan anjing pelacak menyisir setiap sudut gereja. Penyisiran dilakukan sekitar 20 menit, aparat tidak menemukan benda-benda mencurigakan. Selanjutnya, tim bergerak ke gereja lain di dalam kota dan wilayah kecamatan.
Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan, kemanan dan kenyamanan masyarakat yang menjalankan ibadah Natal perlu ditingkatkan. Pengamanan Nataru dibantu jajaran Kodim 0724/Boyolali. Sterilisasi di gereja-gereja bakal rutin dilaksanakan untuk mencegah aksi terorisme.
“Sterilisasi ini untuk memastikan pelaksanaan perayaan Natal aman dari gangguan. Setelah sterilisasi, kami tempatkan petugas untuk berjaga di gereja tersebut,” terangnya.
Sementara itu, Vikaris Gereja Katholik HTB SP Maria Romo Subagyo mengaku perayaan malam Natal dimulai pukul 19.00. Dipimpin Pastur Paroki Romo Rudi Hardono dan diikuti sekitar 1.000 jemaat.
“Semoga pelaksanaan Natal aman dan lancar seperti tahun-tahun sebelumnya. Jumlah aparat keamanan di sini cukup banyak. Ada 70 personel,” bebernya. (wid/fer/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra