Rapid test ini dilakukan karena sebelumnya ada dua pedagang yang terkonfirmasi positif di pasar yang berlokasi di wilayah perbatasan dengan Kabupaten Grobogan itu.
“Untuk menjaring kasus-kasus Covid yang barangkali tidak terdeteksi di masyarakat, kami telah laksanakan kegiatan screening dengan rapid test di Pasar Juwangi,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali Ratri S. Survivalina, kemarin.
Rapid test itu diikuti total 217 orang. Dengan hasil 198 orang nonreaktif dan 19 orang reaktif. “Dari 19 orang itu, di antaranya sembilan orang dari Boyolali. Lainnya tersebar dari Kabupaten Grobogan ada delapan orang, Karanganyar dan Sragen masing-masing satu orang,” jelas Lina.
Untuk sembilan warga Boyolali yang reaktif tersebut, dinkes langsung melakukan langkah tindak lanjut. Mereka kemudian dibawa ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 di Rusunawa Boyolali untuk dilakukan tes swab, sekaligus menjalani karantina di sana.
“Untuk yang dari kabupaten lain, ini kita informasikan ke dinas kesehatan setempat untuk segera ditindaklanjuti oleh masing-masing kabupatennya,” imbuh Lina. (wid/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra